Ulang Tahun ke-245, Ini 5 Fakta Soal 4 Juli Sebagai Hari Kemerdekaan Amerika

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kembang api menghiasi Lincoln Memorial, Monumen Washington, dan U.S. Capitol saat peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat ke-242 di Washington, 4 Juli 2018. AP

    Kembang api menghiasi Lincoln Memorial, Monumen Washington, dan U.S. Capitol saat peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat ke-242 di Washington, 4 Juli 2018. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika merayakan ulang tahunnya yang ke-245 pada Ahad kemarin, 4 Juli 2021, atau Senin ini untuk waktu Indonesia. Di ibu kota Amerika, Washington DC, Presiden Joe Biden merayakannya dengan mengundang 1000 pekerja sektor esensial untuk pesta bersama di Gedung Putih. Selain itu, ia juga menggelar pesta kembang api yang bisa ditonton dengan jelas dari National Mall.

    Uniknya, sejarah mengatakan bahwa Kemerdekaan Amerika sejatinya tidak ditetapkan di tanggal 4 Juli, melainkan dua hari sebelumnya. Bahkan, dokumen Kemerdekaan Amerika sendiri tidak ditekan di bulan Juli selayaknya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diteken pada 17 Agustus 1945.

    Berikut beberapa fakta soal Hari Kemerdekaan Amerika yang dikumpulkan Tempo dari berbagai sumber. 

    Presiden A.S. Donald Trump menghadiri perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat atau Fourth of July di wilayang Gunung Rushmore di Keystone, South Dakota, AS, 3 Juli 2020. REUTERS/Tom Brenner

    1. Kemerdekaan Amerika Ditetapkan Bukan pada 4 Juli

    Meski 4 Juli 1776 identik dengan perayaan Kemerdekaan Amerika, sejatinya hal tersebut sudah ditetapkan beberapa hari sebelumnya. Kongres Amerika, yang terdiri atas delegasi dari 13 koloni, menyetujui resolusi Kemerdekaan Amerika pada 2 Juli 1776 lewat mekanisme voting.

    "Dari 13 koloni, 12 menyetujui kemerdekaan. Mereka menemukan jalan untuk mengesampingkan perbedaan dan bersatu untuk tujuan yang sama," ujar sejarawan dari Museum Nasional Sejarah Amerika, Barbara Clark Smith, dikutip dari USA Today.

    Tanggal 4 Juli adalah tanggal hasil voting diadopsi. Itulah kenapa, hingga sekarang, 4 Juli lah yang dianggap sebagai hari Kemerdekaan Amerika. Uniknya, deklarasi Kemerdekaan Amerika baru diteken oleh anggota Kongres Amerika pada 2 Agustus 1776.

    Pekerja memasang bendera Amerika Serikat di atas kue yang akan disajikan pada Perayaan Hari Kemerdekaan AS ke-243 di Kediaman Duta Besar AS di Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019. ANTARA


    2. Kemerdekaan Amerika Dirayakan Setahun Setelah Ditetapkan

    Meski resolusi kemerdekaan Amerika disepakati pada 2 Juli 1776 dan adopsinya pada 4 Juli 1776, selebrasinya tidak dirayakan di tahun tersebut. Perayaan hari Kemerdekaan Amerika baru dilakukan tahun depannya, 4 Juli 177.

    Adalah Presiden John Adams yang menggelar selebrasi Kemerdekaan Amerika pertama. Ia pun tidak melakukannya di Washington, melainkan di Philadelphia. Ia menjelaskannya dalam surat yang ia kirimikan ke putirnya. "Dengan festival dan upacara untuk merayakannya," ujar Adams dalam suratnya.

    Orang-orang memadati Pantai Pasifik saat merayakan liburan Fourth of July di San Diego, California, AS, 3 Juli 2020. Fourth of July atau Hari Kemerdekaan Amerika Serikat merupakan hari libur federal yang dirayakan setiap tanggal 4 Juli di Amerika Serikat untuk memperingati disahkannya Deklarasi Kemerdekaan oleh Kongres Kontinental Kedua pada 4 Juli 1776. REUTERS/Bing Guan

    3. Kemerdekaan Amerika menjadi Libur Nasional pada 1812

    Tradisi libur di hari Kemerdekaan Amerika tidak berlangsung sejak 1776. Hal tersebut baru mulai dilakukan pada 1812, usai perang antara Amerika dan Inggris-Irlandia. Perayaan itu pun belum menjadi libur nasional hingga setengah abad kemudian.

    Hari Kemerdekaan Amerika sebagai libur nasional baru ditetapkan secara formal pada 1870. Hal itu ditetapkan oleh Kongres Amerika, tanggal 28 Juni 1870.

    Presiden ketiga AS, Thomas Jefferson, berada di urutan kedua IQ tertinggi dengan skor 153,8 di antara presiden Amerika Serikat lainnya. Ia menjabat pada 1801 - 1809, merupakan seorang tokoh Renaissance yang mempelajari inovasi pertanian hingga arsitektur. Insidegov.com

    4. Siapa Penandatangan Deklarasi Kemerdekaan Amerika

    Deklarasi Kemerdekaan Amerika ditulis oleh Thomas Jefferson. Ia tidak menyusunnya sendiri, tetapi dibantu anggota kongres Amerika yang terdiri atas John Adams, Benjamin Franklin, Roger Sherman, dan Robert Livingston. Bersama, mereka membentuk komite gabungan yang tugas pokoknya merancang deklarasi Kemerdekaan Amerika.

    Deklarasi kemerdekaan mengalami belasan kali perubahan hingga akhirnya diteken oleh 56 orang. Dari sekian banyak yang terlibat dalam penyusunannya, Thomas Jefferson masih disebut sebagai otak di balik naskah deklarasi Kemerdekaan Amerika. Ia lah yang menulis cita-cita Amerika untuk "hidup, kebebasan, dan pengejaraan kebahagiaan"

    Warga melihat kemilau kembang api yang mewarnai langit malam saat berlangsungnya Hari Kemerdekaan Amerika Serikat yang ke-471 di Del Mar, California, AS, 4 Juli 2017. Hari Kemerdekaan yang disebut juga Fourth of July ini untuk memperingati disahkannya Deklarasi Kemerdekaan oleh Kongres Kontinental Kedua pada 4 Juli 1776. REUTERS

    5. Kemerdekaan Amerika Pertama Identik Dengan Angka 13

    Ketika hari Kemerdekaan Amerika pertama kali dirayakan di Philadelphia, Presiden John Adams mengabadikannya dengan menembakkan 13 meriam. Angka 13 dipilih untuk menghormati 13 koloni yang terlibat dalam pengesahan resolusi kemerdekaan. Setelah itu, baru kembang api diluncurkan sebanyak 13 kali untuk tujuan yang sama.

    Professor Sejarah dari American University, Kate Haulman, mengatakan kembang api sejatinya bukan tradisi asli Amerika. Tradisi itu dibawa dari Inggris. Adapun Guy Fawkes Day menjadi inspirasi utamanya, ketika gagalnya ia meledakkan Gedung parlemen Inggris dirayakan dengan kembang api besar.

    Baca juga: HUT Amerika Serikat ke-245: Ini Asal-Usul Julukan Paman Sam

    ISTMAN MP | REUTERS | USA TODAY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.