Arab Saudi Akan Denda Orang yang Masuk Situs Suci Tanpa Izin Haji

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah melakukan salat tengah malam dengan menjaga jarak pada malam 27 Ramadan di Masjidil Haram selama bulan suci Ramadan, di kota suci Mekkah, Arab Saudi, Ahad, 9 Mei 2021. Umat Islam seluruh dunia melakukan ibadah malam Lailatul Qadar menjelang berakhirnya Ramadan. Saudi Press Agency via REUTERS

    Jemaah melakukan salat tengah malam dengan menjaga jarak pada malam 27 Ramadan di Masjidil Haram selama bulan suci Ramadan, di kota suci Mekkah, Arab Saudi, Ahad, 9 Mei 2021. Umat Islam seluruh dunia melakukan ibadah malam Lailatul Qadar menjelang berakhirnya Ramadan. Saudi Press Agency via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi akan mengenakan denda sebesar SAR10.000 (sekitar Rp38,7 juta) untuk orang yang memasuki tempat-tempat suci Mina, Muzdalifah dan Arafah tanpa izin haji, kata Kementerian Dalam Negeri memperingatkan pada Ahad.

    Kementerian mengatakan hukuman akan berlipat ganda jika pelanggaran diulang. Hukuman ini adalah bagian dari tindakan terhadap pelanggar protokol pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 selama haji mendatang, yang jatuh tempo pada bulan Juli, dikutip dari Saudi Gazette, 5 Juli 2021.

    Larangan masuk ke tempat-tempat suci tanpa izin haji akan berlaku mulai Minggu, 5 Juli, 13 hari sebelum musim haji tahunan, yang diperkirakan akan dimulai pada 18 Juli.

    "Aparat keamanan akan menjalankan tugasnya di sepanjang jalan, posko pemeriksaan, serta di lokasi dan koridor yang mengarah ke kawasan pusat di sekitar Masjidil Haram untuk mencegah upaya pelanggaran aturan yang dikeluarkan dalam hal ini," kata Kementerian.

    Wakil Menteri Haji dan Umrah Dr Abdul-Fattah Mashat mengatakan izin haji dikeluarkan kepada calon jemaah yang sudah menerima dua dosis vaksin Covid-19. 

    Vaksinasi merupakan salah satu syarat dasar untuk pendaftaran, sedangkan dosis kedua adalah salah satu persyaratan dasar yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan untuk menunaikan ibadah haji tahunan.

    Prosedur izin haji meliputi pemesanan paket, pembayaran service charge, dan melengkapi semua persyaratan untuk penerbitan izin haji hingga 9 Juli atau atau 29 Zulkaidah.

    Tidak ada jemaah asing yang akan diizinkan untuk melakukan haji tahun ini setelah Arab Saudi membatasi haji tahunan untuk warga dan penduduk, dan menetapkan maksimum 60.000 jemaah untuk mengekang penyebaran Covid-19.

    "Mereka yang ingin menunaikan haji harus bebas dari penyakit kronis dan divaksinasi" dan berusia antara 18 dan 65 tahun, kata kementerian haji, dikutip dari Al Jazeera.

    Sebelum pandemi Covid-19 memberlakukan jarak sosial secara global, sekitar 2,5 juta jemaah biasa mengunjungi situs-situs suci Islam di Mekah dan Madinah untuk haji selama seminggu, dan ibadah umrah sepanjang tahun, yang semuanya menghasilkan sekitar US$12 miliar (Rp174,3 triliun) per tahun, menurut data resmi Arab Saudi.

    Baca juga: 450 Ribu Warga Saudi Daftar Haji Meski Kuota Terbatas

    SAUDI GAZETTE | AL JAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.