Memaksakan Olimpiade Tokyo, Partai PM Yoshihide Suga Kalah dalam Pemilu Tokyo

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemilih yang mengenakan masker berjalan di sebelah poster kampanye untuk pemilihan Majelis Metropolitan Tokyo di dekat tempat pemungutan suara selama wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Tokyo, Jepang, 4 Juli 2021. [REUTERS/Issei Kato]

    Para pemilih yang mengenakan masker berjalan di sebelah poster kampanye untuk pemilihan Majelis Metropolitan Tokyo di dekat tempat pemungutan suara selama wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Tokyo, Jepang, 4 Juli 2021. [REUTERS/Issei Kato]

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dan sekutunya gagal memenangkan pemilihan lokal di Tokyo pada Ahad ketika Olimpiade Tokyo diprotes warga Jepang.

    Televisi NHK mengatakan LDP telah memenangkan 33 kursi di majelis 127 anggota Tokyo, tepat di depan Tokyo Citizens First, partai Gubernur Tokyo Yuriko Koike, dengan 31 kursi. Bahkan dengan 23 kemenangan yang diraih oleh sekutunya Komeito, LDP masih jauh dari mayoritas, yang sebetulnya adalah target yang dianggap dapat diperoleh LDP sebagai partai berkuasa, dikutip dari Reuters, 5 Juli 2021.

    Hasil mengecewakan itu bisa memberi tekanan pada Suga, yang masa jabatannya sebagai ketua partai LDP berakhir pada akhir September. Ketua LDP hampir dipastikan menjadi perdana menteri, mengingat dominasi partai di parlemen.

    "Tampaknya kursi kami kemungkinan akan sedikit lebih rendah dari yang kami antisipasi sebelumnya," kata Taimei Yamaguchi, ketua komite strategi pemilihan LDP.

    Para penunggang kuda, mengenakan baju zirah samurai abad pertengahan dari Festival Soma Nomaoi, saat menghadiri pembukaan kirab obor Olimpiade Tokyo di Situs Festival Hibarigahara, di Minamisoma, Fukushima, Jepang, 25 Maret 2021. REUTERS/Issei Kato

    Pemilihan Tokyo datang ketika ibu kota sedang bersiap untuk menjadi tuan rumah Olimpiade sambil menghadapi kebangkitan wabah Covid-19.

    Dengan pemilihan umum yang dijadwalkan pada bulan Oktober, Suga telah mempertaruhkan karir politiknya dengan menyelenggarakan Olimpiade, yang ditunda dari tahun lalu karena virus corona, dan meningkatkan peluncuran vaksin Covid-19.

    Suga mengatakan dia akan melarang penonton jika perlu. Tapi exit poll oleh televisi TBS menunjukkan 57% responden masih menentang Olimpiade Tokyo yang akan berlangsung pada 23 Juli seperti yang direncanakan.

    Partai Koike Tokyo Citizens First menginginkan Olimpiade diadakan tanpa penonton sementara oposisi Demokrat Konstitusi dan Komunis telah menyerukan agar Olimpiade Tokyo dibatalkan atau ditunda.

    Pemilih pada Ahad mengatakan Covid-19 tetap menjadi perhatian utama mereka. Kebangkitan pandemi di Jepang telah membuat infeksi Covid-19 baru di Tokyo naik ke level tertinggi lebih dari lima minggu, dengan 716 dilaporkan pada hari Sabtu.

    "Fokus saya pada pemilihan ini adalah langkah-langkah pandemi," tulis seorang aktor berusia 26 tahun, yang mengidap tuna rungu, dalam sebuah catatan kepada seorang wartawan di luar tempat pemungutan suara. Dia meminta untuk tidak disebutkan namanya.

    "Saya memilih kandidat yang akan mengambil tindakan untuk menyelamatkan orang yang terinfeksi, karena saya takut kehilangan pekerjaan dan penghasilan saya jika saya terinfeksi," katanya, menolak menyebutkan nama kandidat. "Saya tidak peduli dengan partai politik."

    Sementara pemilih lain kritis terhadap penanganan pandemi oleh LDP.

    "Saya ingin memberikan suara saya kepada seseorang di oposisi karena saya tidak mendukung pemerintah (nasional) saat ini," kata Noriko Ushimaru, seorang perempuan berusia 80-an. "Mereka putus asa dalam tanggapan virus corona. Saya tidak melihat tekad mereka untuk mengekang virus."

    Dia mengatakan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo di tengah pandemi dan kekurangan pasokan vaksin Covid-19 adalah contoh tindakan pengendalian virus corona yang tidak memadai dari pemerintah.

    Baca juga: Jepang Minta Atlet Tes Virus Corona Lebih Sering Sebelum Tiba di Tokyo

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.