Jeff Bezos Ajak Perempuan 82 Tahun Mantan Calon Astronot ke Luar Angkasa

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perusahaan antariksa Jeff Bezos Blue Origin meluncurkan roket New Shepard, Minggu, 29 April 2018. Kredit: Blue Origin

    Perusahaan antariksa Jeff Bezos Blue Origin meluncurkan roket New Shepard, Minggu, 29 April 2018. Kredit: Blue Origin

    TEMPO.CO, Jakarta - Impian mantan calon astronot Wally Funk untuk bisa pergi ke luar angkasa akhirnya terwujud. Bos dari perusahaan teknologi raksasa Amazon, Jeff Bezos, mengajak anggota Mercury Program NASA itu bergabung dalam penerbangan perdana roket suborbital Blue Origin.

    Seperti diumumkan pada Kamis kemarin, Bezos mengajak tiga orang untuk ikut dalam perjalanannya ke batas orbit bumi. Ketiga orang itu, termasuk Funk, adalah adik Bezos, Mark, dan pemenang lelang yang menawar US$28 juta untuk spot di New Shepard.

    "Selamat datang ke kru New Shepard Wally. Kami sangat bangga bisa terbang bersamamu pada tanggal 20 Juli nanti," ujar Jeff Bezos, dikutip dari CNN, Jumat, 2 Juli 2021.

    Sebagai mantan calon astronot, Funk tidak pelu menggunakan skill-nya ketika menaiki New Shepard nanti. Blue Origin, yang merupakan jawaban Bezos atas SpaceX dan Virgin, mengembangkan New Shepard sebagai roket ulang alik yang spenuhnya otomatis. Sistem roketnya pun didesain bisa dikendalikan dengan mudah jika diperlukan.

     
     
     
    View this post on Instagram

    A post shared by Jeff Bezos (@jeffbezos)


    Uniknya, Funk sejatinya sudah nyaris terbang ke batas orbit bersama pesaing Blue Origin, Virgin Galactic. Di tahun 2019, Funk membeli tiket penerbangan maskapai ulang alik milik taipan Richard Branson itu. Namun, Virgin Galactic belum sesiap Blue Origin untuk memulai penerbangan suborbital-nya karena masih dalam periode uji coba.

    Perihal terbang suborbital, laju New Shepard untuk mencapai batas bawah orbit adalah tiga kali kecepatan suara, kurang lebih 3701 kilometer per jam. Dengan kecepatan tersebut, New Shepard tidak bisa bertahan di ketinggian orbital, namun bisa mendekatinya. Itulah kenapa penerbangan pada 20 Juli nanti disebut suborbital, di bawah orbit.

    Dengan kecepatan 3701 kilometer per jam, New Shepard akan membawa Bezos, Funk, dan penumpang lainnya ke ketinggian 200 kilometer lebih. Setelah mencapai titik itu, New Shepard akan berada dalam kondisi melayang untuk beberapa saat di mana penumpangnya bisa merasakan zona tanpa gravitasi. Setelah itu, roket akan meluncur turun kembali ke daratan karena bahan bakar yang sudah habis.

    Untuk memperlamban jatuh bebasnya ke bumi, New Shepard sudah dipasangi parasut. Mekanismenya kurang lebih sama dengan kapsul pada pesawat ulang alik.

    Per berita ini ditulis, belum diketahui kapan penerbangan New Shepard selanjutnya. Sejauh ini, Jeff Bezos dan Blue Origin baru merencanakan penerbangan pada 20 Juli nanti.

    Baca juga: 
    Badan Antariksa Uni Eropa Ingin Terbangkan Astronot Difabel Pertama
    Kursi Penerbangan Luar Angkasa Blue Origin Terjual Rp 398 M 

    ISTMAN MP | CNN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.