Gereja Bagikan Jutaan Roti untuk Warga Miskin Brasil yang Terdampak Covid-19

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daniele de Fatima, berdiri di rumahnya di daerah kumuh Cidade de Deus, saat dia menerima makanan dan roti dari anggota Institute doAcao, yang diproduksi di Santuario de Nossa Senhora de Fatima (Tempat Suci Bunda Maria dari Fatima), di tengah wabah virus corona (Covid-19), di Rio de Janeiro, Brasil, 24 Juni 2021. [REUTERS/Ricardo Moraes]

    Daniele de Fatima, berdiri di rumahnya di daerah kumuh Cidade de Deus, saat dia menerima makanan dan roti dari anggota Institute doAcao, yang diproduksi di Santuario de Nossa Senhora de Fatima (Tempat Suci Bunda Maria dari Fatima), di tengah wabah virus corona (Covid-19), di Rio de Janeiro, Brasil, 24 Juni 2021. [REUTERS/Ricardo Moraes]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah gereja di barat Rio de Janeiro membuat ribuan roti untuk orang-orang miskin yang terdampak pandemi Covid-19, yang telah mendorong jutaan orang Brasil jatuh ke dalam kemiskinan.

    Sejak dibuat pada bulan April tahun lalu, program aksi sosial Pão de Fátima atau Roti Fátima, telah menyumbangkan lebih dari 2 juta roti yang baru dipanggang kepada warga Brasil yang terkena dampak pandemi Covid-19.

    Dikutip dari Reuters, 1 Juli 2021, program ini didukung oleh para relawan yang membawakan roti, makanan hangat dan kebutuhan pokok lainnya untuk keluarga berpenghasilan rendah, pusat rehabilitasi, panti jompo dan tunawisma.

    Penghuni kawasan kumuh Cidade de Deus, menerima makanan dan roti dari anggota Institute doAcao, yang diproduksi di Santuario de Nossa Senhora de Fatima (Sanctuary of Our Lady of Fatima), di tengah wabah virus corona (Covid-19), di Rio de Janeiro, Brasil, 24 Juni 2021.[REUTERS/Ricardo Moraes]

    Sekitar 12,8% dari populasi Brasil sekarang hidup di bawah garis kemiskinan dengan pendapatan 246 reais (Rp718 ribu) per bulan, menurut perkiraan dari lembaga pemikir Getulio Vargas Foundation, yang merupakan angka kemiskinan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.

    Lebih dari separuh rumah tangga di Brasil mengalami kerawanan pangan pada tingkat tertentu karena pengangguran dan harga pangan melonjak selama pandemi, sehingga menimbulkan antrean panjang di dapur umum, sampai orang-orang mengemis uang belanjaan di jalanan.

    "Kami sangat senang dapat membantu, tetapi melihat kesulitan dan kesengsaraan di wajah orang-orang sangat menyakitkan," kata Berthaldo Souza Soares, salah satu pemimpin program. "Kita berbicara tentang kota Rio de Janeiro – dari 5, 10, 15, 20 kilometer titik kemiskinan dan orang-orang yang menderita kelaparan."

    Bantuan tunai darurat pemerintah untuk kelompok paling rentan telah membantu mengurangi tingkat kemiskinan pada 2020, tetapi telah berkurang karena upaya vaksinasi yang lambat dan tingkat infeksi Covid-19 yang terus tinggi mengekang pemulihan ekonomi Brasil.

    Baca juga: Ribuan Anak-anak di Brasil Meninggal Karena COVID-19

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.