Singapura Perpendek Jeda Waktu Vaksin Covid-19 Kedua Jadi Empat Minggu

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang yang memakai masker wajah keluar dari mal sebelum pemberlakuan lockdown di Singapura 14 Mei 2021. Selama lockdown, Mal dan bioskop akan diizinkan beroperasi tetapi dengan kapasitas yang dikurangi. REUTERS / Caroline Chia

    Orang-orang yang memakai masker wajah keluar dari mal sebelum pemberlakuan lockdown di Singapura 14 Mei 2021. Selama lockdown, Mal dan bioskop akan diizinkan beroperasi tetapi dengan kapasitas yang dikurangi. REUTERS / Caroline Chia

    TEMPO.CO, Jakarta - Singapura pada Selasa mengumumkan untuk memperpendek interval antara dosis pertama dan kedua vaksin Covid-19 menjadi empat minggu, sebagai bagian dari upaya untuk memastikan lebih banyak populasi akan divaksinasi penuh lebih awal.

    Sebelumnya, interval minimum adalah enam hingga delapan minggu.

    Langkah ini berlaku untuk vaksin Pfizer/BioNTech atau Comirnaty, dan Moderna.

    Semua individu yang memenuhi syarat yang membuat janji vaksinasi mulai Selasa dan seterusnya akan dapat menjadwalkan janji dosis pertama dan kedua mereka terpisah empat minggu, kata Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura, dikutip dari Channel News Asia, 30 Juni 2021.

    Mereka yang telah menerima dosis pertama dan memiliki janji dosis kedua yang saat ini dijadwalkan selama enam hingga delapan minggu kemudian dapat memesan ulang dan memajukan janji dosis kedua hingga empat minggu dari janji dosis pertama mereka.

    Mereka dapat melakukannya dengan menggunakan tautan pemesanan pribadi yang sama di SMS yang mereka terima sebelumnya, kata Kemenkes.

    Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong menerima suntikan vaksin COVID-19 di Rumah Sakit Umum Singapura 8 Januari 2021. Mohd Fyrol/Ministry of Communications and Information/Handout via REUTERS.

    Singapura akan memberikan status Covid-19 sebagai endemi dari pandemi, dengan menganggap Covid-19 sebagai virus endemi lainnya seperti flu, kata tiga wakil ketua gugus tugas lintas kementerian pemerintah untuk Covid-19 saat mereka menguraikan rencana Singapura untuk transisi ke normal baru, Straits Times melaporkan pada Kamis kemarin.

    Pada Selasa sore, Kementerian Kesehatan mengatakan Singapura memasuki fase baru memerangi pandemi, dengan fokus kuat pada pencegahan penyebaran virus, memvaksinasi populasi, dan memulai proses menuju normal baru.

    Hingga kini Singapura telah memberikan setidaknya 5.029.006 dosis vaksin Covid-19. Dengan asumsi setiap orang membutuhkan 2 dosis, itu cukup untuk memvaksinasi sekitar 44,1% dari populasi Singapura, Reuters melaporkan.

    Selama seminggu terakhir dilaporkan, Singapura rata-rata sekitar 45.886 dosis diberikan setiap hari. Pada tingkat itu, dibutuhkan 25 hari lagi bagi Singapura memberikan dosis vaksin Covid-19 yang cukup untuk 10% populasi lainnya.

    Baca juga: Ada 4 Kasus Baru Positif Covid-19 di Singapura Tertular dari Pasien Lama

    CHANNEL NEWS ASIA | STRAITS TIMES | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.