Pembangunan Tokyo Tower untuk Menyaingi Menara Eiffel Paris

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tokyo Tower saat keramaian Festival Anak atau Festival Koinobori yang diselenggarakan saat Golden Week. Acara ini ditiadakan tahun ini karena pandemi Covid-19. Foto: HIS Travel

    Tokyo Tower saat keramaian Festival Anak atau Festival Koinobori yang diselenggarakan saat Golden Week. Acara ini ditiadakan tahun ini karena pandemi Covid-19. Foto: HIS Travel

    TEMPO.CO, JakartaTokyo Tower menjadi salah satu menara yang menjadi simbol bagi kota Tokyo dan objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan setiap tahunnya. Menara ini mulai dibangun pada 29 Juni 1957 dengan tinggi keseluruhan 332,6 m dan menjadi menara baja tertinggi di dunia yang tegak sendiri di permukaan tanah. Di Jepang, menara ini dikenal dengan Nippon Denpat atau Menara Gelombang Radio Jepang.

    Menara yang terletak di Distrik Minato, Tokyo ini selesai dibangun dan dibuka pada 28 Desember 1958. Dalam pembangunannya, menara ini menghabiskan dana sebesar 8,4 juta Dollar Amerika. Salah satu tujuan dibangunnya menara ini untuk menyaingi eksistensi menara Eiffel di Paris, Prancis.

    Menara ini memiliki dua bagian, dengan bagian pertama yang memiliki tinggi 150 meter dan bagian kedua yang memiliki tinggi 250 meter. Menara ini banyak dikunjungi masyarakat maupun turis mancanegara untuk menyaksikan keindahan alam negara Jepang. Menara ini juga memiliki warna merah dan putih layaknya bendera negara Jepang.

    Tokyo Tower memiliki berbagai macam keistimewaan seperti, memiliki lampu bewarna yang menempel pada menara dan disesuaikan dengan musim yang sedang terjadi di Jepang. Jika memasuki musim semi, gugur, dan dingin maka pengunjung akan disuguhkan dengan lampu bewarna orange, sedangkan ketika musim panas tiba, pengunjung akan disuguhkan lampu bewarna putih. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu penerbangan pesawat.

    Menara ini juga sering menggelar even-even besar dan memperingatinya dengan berbagai macam warna lampu, salah satunya lampu bewarna pink untuk even kanker payudara. Ketika berkunjung ke menara ini, pengunjung yang pergi ke lantai dua tepatnya berada di ketinggian 200 meter, pengunjung dapat melihat berbagi macam alat penyiaran yang tersimpan di dalamnya. Sedangkan di lantai pertamanya dibuat khusus untuk pengunjung yang ingin menikmati keindahan Jepang.

    Untuk bagian bawah wisata Tokyo Tower, disediakan bangunan berlantai 4 dan terdapat museum dan café untuk wisatawan bersantai sembari menikmati alunan musik khas Jepang dan tentunya pemandangan indah Gunung Fuji. Lebih lanjut, hal yang paling ditunggu wisatawan ketika malam hari tiba. Hal ini dikarenakan ketika menaiki lantai pertama menara Tokyo akan disuguhkan pemandangan lampu-lampu yang ada di Tokyo.

    Ketika menaiki puncak Tokyo Tower, terdapat beberapa lantai yang berbentuk transparan. Ketika berdiri diatas lantai transparan tersebut menjadi ajang melatih keberanian dan tentunya membuat jantung berdesir. Di Tokyo Tower juga terdapat even mendaki menara ini mulai dari dasar hingga ke puncaknya. Tokyo Tower juga menjadi potensi lokasi perfilman tidak hanya untuk negara Jepang saja, bahkan film-film luar negeri.

    GERIN RIO PRANATA 

    Baca: Hari ini Tokyo Tower Kembali Buka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.