Covid-19, Uni Emirat Arab dan Dubai Beda Aturan Soal Pelancong

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria mengenakan masker pelindung, setelah pecahnya virus Corona, di pusat perbelanjaan di Dubai, Uni Emirat Arab, 15 Maret 2020. [REUTERS / Satish Kumar]

    Seorang pria mengenakan masker pelindung, setelah pecahnya virus Corona, di pusat perbelanjaan di Dubai, Uni Emirat Arab, 15 Maret 2020. [REUTERS / Satish Kumar]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sumber di otoritas penerbangan federal pada Minggu, 27 Juni 2021 menyebut larangan Uni Emirat Arab bagi masuknya pelancong yang baru saja dari India, Afrika Selatan dan Nigeria, tetap berlaku. Larangan itu diterbitkan setelah Dubai mengumumkan akan melonggarkan aturan masuknya pelancong ke sana.

      

    Dubai telah menjadi pusat bisnis dan pariwisata. Dubai juga merupakan tempat paling padat dari total tujuh wilayah di Uni Emirat Arab.

    Dubai sebelumnya pada 19 Juni 2021 mengumumkan bahwa larangan masuk Dubai bagi pelancong yang dalam 14 hari terakhir mengunjungi India, Nigeria dan Afrika Selatan, akan dilonggarkan. Aturan itu berlaku mulai 23 Juni 2021.

    Pengunjung menggunakan masker saat berjalan-jalan di Dubai mall setelah pemerintah Uni Emirat Arab membuka kembali mall di tengah pandemi virus corona atau COVID-19 di Dubai, UAE, 3 Mei 2020. REUTERS/Rula Rouhana

    Selama pandemi Covid-19 ini, ke-7 wilayah di Uni Emirat Arab telah menentukan kebijakan masing-masing dalam mengatasi wabah mematikan tersebut. Dalam Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan pada Minggu, 27 Juni 2021, otoritas Penerbangan Sipil Uni Emirat Arab (GCAA) mereferensikan pelancong dari 13 negara tertentu sebaiknya tidak masuk Uni Emirat Arab karena pandemi Covid-19, salah satunya adalah Pakistan.

      

    Warga negara Uni Emirat Arab yang menetap di India tetap boleh masuk Uni Emirat Arab asalkan sudah mendapat suntikan dua dosis vaksin virus corona dan hasil tesnya negatif Covid-19. Aturan yang sama berlaku untuk warga Uni Emirat Arab yang menetap di Afrika Selatan dan Nigeria, yang hendak pulang.

    Maskapai Emirat di Twitter menulis penerbangan dari India akan tersedia terhitung mulai 7 Juli 2021, namun jadwal ini mungkin saja berubah lagi.

    “Kami sedang menunggu protokol dan pedoman perjalanan secara pasti sebelum kami mengambil langkah lebih lanjut,” demikian keterangan Emirat.

    India adalah salah satu kelompok WNA paling banyak di Uni Emirat Arab dan turis terbesar bagi negara itu. Sedangkan Dubai, siap membuka lagi wilayah perbatasannya bagi turis asing mulai Juli nanti. Ada pun Abu Dhabi, memberlakukan aturan karantina mandiri bagi hampir sebagian besar pelancong dari negara mana pun.          

    Baca juga: Abu Dhabi Bebas Karantina, Etihad Airways Jual Tiket Pesawat Harga Khusus

    Sumber: english.alarabiya.net


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.