Berbagai Kontroversi John McAfee, Jadi Capres Amerika Hingga Penipuan Crypto

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • John McAfee, salah satu pendiri McAfee Crypto Team dan CEO Luxcore dan pendiri McAfee Antivirus, berbicara di Malta Blockchain Summit di St Julian, Malta, 1 November 2018. [REUTERS/Darrin Zammit Lupi]

    John McAfee, salah satu pendiri McAfee Crypto Team dan CEO Luxcore dan pendiri McAfee Antivirus, berbicara di Malta Blockchain Summit di St Julian, Malta, 1 November 2018. [REUTERS/Darrin Zammit Lupi]

    TEMPO.CO, Jakarta - Penemu software anti-virus McAfee, John McAfee, ditemukan tewas bunuh diri di Barcelona, Spanyol, pada Rabu kemarin. Dikutip dari kantor berita Reuters, pria berkebangsaan Inggris tersebut tewas gantung diri di selnya di mana ia menjalani hukuman pidana karena menghindari kewajiban pajak dan penipuan mata uang crypto.

    Selama hidupnya, McAfee dikenal sebagai figur yang kontroversial. Ia menjadi sorotan untuk berbagai kasus atau tingkah lakunya yang nyentrik mulai dari mengklaim memiliki puluhan anak hingga terseret dalam kasus penggelapan pajak. Berikut beberapa keterangan soal kontroversi-kontroversi yang pernah dibuat oleh McAfee.

    John McAfee. guardian.co.uk

    1. Diduga Membuat Startup untuk Menutupi Bisnis Narkoba
    Sejak keluar dari startup anti virus McAfee Associates pada 1994, John McAfee banyak menghabiskan waktunya dengan membentuk startup-startup baru. Dua di antaranya adalah Tribal Voice, startup yang fokus ke pengembangan instant messaging program dan Zone Labs yang mengembangkan firewall untuk komputer

    Masalah mulai muncul di tahun 2008 ketika ia pindah ke Belize dan mendirikan startup QuorumEx. Kepada pasar, McAfee mengklaim QuorumEx adalah startup farmasi dengan fokus mengembangkan antibiotik herbal untuk melawan bakteria resisten. Aparat Belize mencurigai QuorumEX adalah kamuflase untuk bisnis narkotika McAfee.

    April 2012, rumah dan laboratorium riset QuorumEX digrebek Kepolisian Belize. Mereka mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk senjata api, namun tidak berhasil membuktikan QuorumEX adalah kamuflase bisnis narkoba McAfee. Temuan paling mengejutkan justru mereka mendapati McAfee tidur dengan perempuan di bawah umur.

    John McAfee. abcnews.com

    2. Diduga Membunuh Tetangganya Sendiri
    Masalah John McAfee di Belize belum usai dengan startupnya digrebek. Tahun 2012, ia menjadi sorotan karena diduga membunuh tetangganya, Gregory Faull. Dikutip dari Esquire, Faull disebut kesal dengan gaya hidup McAfee yang "berisik" karena sering berpesta dengan banyak perempuan di bawah umur dan sembilan anjingnya sering menggongong keras.

    Tidak tahan lagi dengan gaya hidup McAfee, Faull melaporkannya ke aparat dan pemerintah setempat. Dua hari kemudian, pembantu Faull menemukannya tewas dengan luka tembak di kepala. McAfee menjadi sosok yang diduga membunuh Faull.

    Ketika dimintai keterangan soal Faull, McAfee malah kabur. Ia mengatakan dirinya akan "Dibungkam" jika dipenjara di Belize. Pelariannya berakhir Desember 2012 ketika kabur ke Guatemala untuk mencari suaka di sana. Agar tidak diekstradisi ke Belize, McAfee dikabarkan sempat dua kali berpura-pura terkena serangan jantung. Untung bagi McAfee, dugaan ia membunuh Faull tidak pernah terbukti.

    Orang-orang terlihat di tempat pemungutan suara awal secara langsung untuk pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) di Fairfax, Negara Bagian Virginia, AS, pada 18 September 2020. (Xinhua/Liu Jie)

    3. Mencalonkan Diri Sebagai Presiden Amerika
    McAfee beberapa kali mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika. Tahun 2015, ia mencalonkan diri sebagai kandidat dari Cyber Party. Tahu kansnya kecil, ia pindah menjadi calon dari Partai Libertarian walau tetap saja gagal.

    Tahun 2020, ia maju lagi lewat Partai Libertarian, namun ia berkampany dari lokasi pengasingannya. Saat itu, McAfee tengah diburu karena kasus penggelapan pajak. McAfee mengaku sudah bertahun-tahun tidak membayar pajak ke Amerika karena merasa hal itu bertentangan dengan ideologinya.

    Oktober 2020, di tengah pelariannya, McAfee ditangkap. Ia dibekuk dan dijebloskan ke penjara Spanyol untuk kemudian diekstradisi ke Amerika. McAfee tidak bersedia diekstradisi ke Amerika dan meminta keringanan hukum. Menurutnya, dengan usianya sekarang 70 tahun lebih, dipenjara sama saja dengan menghabiskan sisa hidupnya di  sel.

    Bitcoin. REUTERS

    4. Menaikkan Harga Mata Uang Crypto Secara Ilegal

    Maret lalu, Kejaksaan Manhataan melaporkan McAfee melakukan penipuan mata uang crypto dengan memainkan nilai tukarnya. Caranya dengan membeli mata uang crypto bernilai rendah kemudian menggelembungkan nilainya di pasar lewat promosi-promosinya. Praktik itu dikenala sebagai skema pump and dump.

    Mata uang crypto yang "diperdagangkan" McAfee adalah Altcoin. Ia membelinya dalam jumlah besar saat harga rendah. Mata uang itu kemudian ia rekomendasikan ke para pengikutnya di Twitter sebagai investasi yang menguntungkan. Tidak ada yang sadar bahwa suplai Altcoin terbesar dipegang oleh McAfee sendiri dan ia mempromosikannya agar untung.

    Seperti Elon Musk, John McAfee dianggap sebagai "guru" dari Cryptocurrency. Ia kerap mempromosikan mata uang tersebut dan mendapat keuntungan darinya. Menurut laporan The Verge, John McAfee mendapatkan keuntungan US$23 juta (Rp380 miliar) dari perannya di mata uang crypto. Namun, ia hanya aktif di pasar hingga 2018 karena selanjutnya Mc Afee dalam pelarian.

    Baca juga: Jejak John McAfee di Industri Teknologi, dari Anti Virus Hingga Cryptocurrency

    ISTMAN MP | THE VERGE | ESQUIRE | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.