PM Imran Khan Dikecam karena Salahkan Pakaian Perempuan dalam Pemerkosaan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Pakistan Imran Khan berbicara selama konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (tidak difoto) di Putrajaya, Malaysia, 4 Februari 2020. [REUTERS / Lim Huey Teng / File Foto]

    Perdana Menteri Pakistan Imran Khan berbicara selama konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (tidak difoto) di Putrajaya, Malaysia, 4 Februari 2020. [REUTERS / Lim Huey Teng / File Foto]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dikecam luas setelah dia menyalahkan pakaian perempuan karena meningkatnya kasus pemerkosaan di negaranya.

    "Jika seorang perempuan mengenakan pakaian yang sangat sedikit, itu akan berdampak pada pria, kecuali jika mereka adalah robot. Itu hanya akal sehat," kata Khan dalam wawancara dengan Axios di HBO, dikutip dari India Today, 23 Juni 2021.

    Khan melanjutkan dengan menyarankan bahwa itu tergantung pada apa yang dapat diterima dalam budaya di mana seseorang tinggal. Dia mengatakan dalam masyarakat di mana orang belum melihat hal semacam itu, itu akan berdampak pada mereka. "Jika Anda tumbuh dalam masyarakat seperti Anda, mungkin itu tidak akan berdampak," katanya, merujuk pada budaya Barat, dikutip dari The Independent.

    "Ini adalah imperialisme budaya," klaimnya. "Apa pun yang dapat diterima dalam budaya kita, harus dapat diterima di tempat lain. Bukan itu," tambahnya.

    Pernyataan Imran Khan menyebabkan kemarahan di media sosial, dengan para pemimpin oposisi, seniman, dan jurnalis mengkritiknya.

    Dalam cuitannya, penasihat hukum di Internastional Commission of Jurist, Reema Omer, menyebut komentar Imran Khan menjijikan dan berulang kali menyalahkan korban pemerkosaan.

    Aktor Pakistan Osman Khalid mengecam pernyataan Imran Khan, menyebut pemerkosaan bukan karena pakaian tetapi racun maskulinitas.

    "Tentu saja laki-laki bukan robot," tulis Osman Khalid Butt dalam serangkaian cuitan. "Ya, ada keinginan, godaan, ketertarikan."

    Dikutip dari BOL News, aktor itu menulis bahwa meningkatnya insiden pemerkosaan bukan tentang pakaian seseorang, tetapi tentang dominasi kekuasaan yang dapat menghancurkan perempuan, anak, atau pria mana pun.

    "Ini adalah tindakan yang sangat tidak beradab yang tidak boleh diterima di masyarakat mana pun," kata Osman Khalid

    Pemimpin oposisi Pakistan Bilawal Bhutto Zardari mengecam Perdana Menteri Imran Khan, menyebutnya pengecut atas pernyataannya.

    "Kejahatan seperti itu tidak boleh dikaitkan dengan satu penyebab... pakaian seseorang tidak ada hubungannya dengan pemerkosaan atau pelecehan," kata ketua Partai Rakyat Pakistan (PPP) Bilawal Bhutto-Zardari, Hindustan Times melaporkan.

    "Pernyataan Imran Khan sebelum dan sesudah berkuasa berbeda...Dia pengecut sejak hari pertama," kata pemimpin PPP itu.

    Baca juga: Kaitkan Pemerkosaan Dengan Pakaian Wanita, PM Pakistan Diprotes

    AXIOS | INDIA TODAY | THE INDEPENDENT | HINDUSTAN TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.