Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Arti dan Filosofi Lambang ASEAN, Warga Malaysia ini Penciptanya

Reporter

image-gnews
Logo ASEAN. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Logo ASEAN. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Iklan

TEMPO.CO. Jakarta - Indonesia merupakan salah satu pendiri dan anggota dari Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). ASEAN yang dikenal juga dengan Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara ini memiliki lambang yang menyimpan berbagai makna. Lambang ASEAN ini salah satunya mencerminkan persatuan dan kedamaian. 

Berdasarkan asean.org, padi kuning yang berada di tengah lambang menggambarkan seluruh negara di Asia Tenggara yang memiliki ikatan kuat dalam pertemanan dan solidaritas. Warna biru, merah, kuning, dan putih menghiasi lambang ASEAN berasal dari warna utama dari negara-negara anggota ASEAN. Warna-warna tersebut memberikan makna kestabilan, kedamaian, persatuan, dan dinamika ASEAN.

Warna biru berarti kedamaian dan stabilitas, warna merah memberi arti keberanian dan dinamis, warna putih bermakna kemurnian, serta warna kuning berarti kesejahteraan. Kemudian, lingkaran yang berada di paling luar lambang mencerminkan persatuan yang ada dalam tubuh ASEAN.

Lambang ASEAN ini terlahir dari sebuah kompetisi yang diadakan pada tahun 1977-1978. Kompetisi tersebut dimenangkan oleh Mohammad Radzi Hanif, seorang warga negara Malaysia, saat ia masih menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Mara di Malaysia.

Radzi, pada kesempatannya di Konnect ASEAN 2020, menyatakan bahwa ia mengambil seikat padi sebagai penggambaran persatuan negara-negara Asia Tenggara. Ia mengambil penggambaran seikat padi karena negara Asia Tenggara memakan nasi sebagai makanan pokok, serta nasi berasal dari padi.

Gambaran seikat padi ini mengingatkan Radzi terhadap seorang raja yang ingin mewariskan tahtanya kepada tiga orang anaknya dengan mempertimbangkan jawaban dari sebuah pertanyaan, “siapa yang cukup pintar untuk memahami?”. Kemudian, raja tersebut menguji mereka dengan memberikan seikat anak panah dan meminta mereka untuk mematahkannya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dua anak lelakinya tidak bisa mematahkan seikat anak panah itu karena mereka berusaha untuk mematahkan seikat anak panah secara sekaligus. Namun, anak terakhirnya berhasil mematahkan seikat anak panah tersebut dengan mematahkan satu per satu anak panah. Radzi melihat hal tersebut bermakna bahwa gabungan dari berbagai elemen dapat menjadi persatuan yang kuat karena saling menguatkan. Hal ini, memberikan Radzi sebuah konsep yang kemudian menjadi lambang ASEAN.

Warna kuning mengingatkan Radzi pada padi yang sudah siap dipanen. Hal ini jika dikontekstualisasikan pada lambang ASEAN menggambarkan bahwa negara-negara Asia Tenggara merdeka dan siap bertanggung jawab untuk negara mereka sendiri. Serta, memiliki kesadaran bahwa negara tidak bisa berdiri sendiri ketika mengalami kesulitan. Oleh karena itu, negara-negara Asia Tenggara harus bersatu. Radzi mempercayai persatuan menjadi esensi dari adanya ASEAN. Lebih lanjut, Radzi melihat persatuan dari berbagai negara ini dapat mewujudkan perekonomi yang baik.

JACINDA NUURUN ADDUNYAA

Baca: Ridwan Kamil Siapkan Jawa Barat Jadi Pusat Investasi ASEAN

 

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


DPR RI Ajukan 6 Poin Strategis untuk Draf Resolusi AIPA ke-44

1 hari lalu

Anggota DPR RI Fadli Zon. Foto : Dok/Man
DPR RI Ajukan 6 Poin Strategis untuk Draf Resolusi AIPA ke-44

Saat ini setiap kawasan, tak terkecuali ASEAN, dihadapkan pada fenomena shifting paradigm


Forum ASEAN di Yogya: Desa Wisata Butuh Dukungan Sektor Digital

2 hari lalu

Forum ASEAN di Yogya turut menyoroti persoalan desa wisata yang lokasinyanya berada di pinggiran, Kamis (3/8). Dok.istimewa
Forum ASEAN di Yogya: Desa Wisata Butuh Dukungan Sektor Digital

Di Yogyakartai, banyak desa wisata memiliki berbagai produk terutama kerajinan berkualitas. Mulai dari batik hingga yang memanfaatkan bahan alam.


Bersaing dengan 11 Negara, Paduan Suara Unpad Juarai Tokyo International Choir Competition

2 hari lalu

PSM Unpad di ajang The 5th Tokyo International Choir Competition, di Tokyo, Jepang, 28 - 30 Juli 2023. Dok. Unpad
Bersaing dengan 11 Negara, Paduan Suara Unpad Juarai Tokyo International Choir Competition

Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Padjadjaran atau Unpad berhasil meraih juara pada kompetisi paduan suara internasional.


Rupiah Melemah, Ekonom: Mata Uang Negara Berkembang di Asean Alami Tekanan yang Sama

3 hari lalu

Ilustrasi rupiah. Pexels/Ahsanjaya
Rupiah Melemah, Ekonom: Mata Uang Negara Berkembang di Asean Alami Tekanan yang Sama

Pada penutupan perdagangan hari, rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,07 persen atau 11 poin menjadi Rp15.186 per dolar AS


Pertemuan Gubernur Negara ASEAN Hasilkan Naskah Deklarasi Bersama, Heru Budi: Pererat Kerja Sama

4 hari lalu

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (ketiga kanan), Plt Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (ketiga kiri), Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn (kedua kanan), Sekjen United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) Bernadia Tjandradewi (kiri), Gubernur Vientiane Laos Atsaphangthong Siphandone (kedua kiri), dan Gubernur Provinsi Quirino Filipina Dakila Carlo E. Cua (kanan) menabuh rebana saat membuka Pertemuan Gubernur dan Wali Kota se-ASEAN (MGMAC & AMF) 2023 di Jakarta, Selasa 1 Agustus 2023. MGMAC dan AMF yang dihadiri lebih dari 500 peserta meliputi gubernur dan wali kota negara ASEAN tersebut guna menyalurkan aspirasi pemerintah kota dan daerah untuk mendukung perwujudan misi komunitas ASEAN 2025. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pertemuan Gubernur Negara ASEAN Hasilkan Naskah Deklarasi Bersama, Heru Budi: Pererat Kerja Sama

Heru Budi mengatakan, pembangunan kota berkelanjutan akan mendukung tujuan kolektif memperkuat posisi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan.


NU Harap Forum Lintas Budaya dan Agama ASEAN Punya Peran Politik

4 hari lalu

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (tengah) bersama panitia forum ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference menggelar jumpa pers pada Rabu, 2 agustus 2023. TEMPO.CO/Daniel A. Fajri
NU Harap Forum Lintas Budaya dan Agama ASEAN Punya Peran Politik

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf menginginkan forum lintas budaya dan agama ASEAN dapat punya pengaruh secara politik di kawasan, yang tengah menghadapi tantangan baik krisis internal atau ketegangan geopolitik.


Alasan Junta Militer Myanmar Tunda Pemilu, Begini Respons Indonesia dan AS

4 hari lalu

Urban Poor Consortium, LOCOA (Leaders And Organizers for Community Organizations on Asia) dan JRMK (Jaringan Rakyat Miskin Kota), menggelar aksi di depan Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa 10 20 Juni 2023. Aksi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pengungsian sedunia ke-109, dan guna untuk mengingat 2,7 juta pengungsi Myanmar yang sampai saat ini masih berkeliaran di hutan, sungai, dan perbatasan. FOTO/Magang-Andre Lasarus Benny
Alasan Junta Militer Myanmar Tunda Pemilu, Begini Respons Indonesia dan AS

Junta Militer Myanmar menunda pemilu pada Agustus tahun ini dan memilih memperpanjang status darurat negara selama enam bulan. Apa alasannya?


Sekolah Lapang Iklim Tingkatkan Produksi Padi di Solok Hampir 37 Persen

4 hari lalu

Penutupan dan Panen Raya Sekolah Lapang Iklim Operasional (SLI-Op) Tahap I Provinsi Sumatra Barat Tahun 2023 di Kelompok Tani Duri Berbunga, Nagari Saok Laweh, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. (ANTARA/Rahmatul Laila)
Sekolah Lapang Iklim Tingkatkan Produksi Padi di Solok Hampir 37 Persen

Di Sekolah Lapang Iklim juga diajarkan terkait waktu tanam yang baik sesuai dengan pertukaran cuaca atau iklim.


Sekda DKI Sebut Jakarta Masih Punya 3 Kekurangan, Apa Saja?

5 hari lalu

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (ketiga kanan), Plt Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (ketiga kiri), Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn (kedua kanan), Sekjen United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) Bernadia Tjandradewi (kiri), Gubernur Vientiane Laos Atsaphangthong Siphandone (kedua kiri), dan Gubernur Provinsi Quirino Filipina Dakila Carlo E. Cua (kanan) menabuh rebana saat membuka Pertemuan Gubernur dan Wali Kota se-ASEAN (MGMAC & AMF) 2023 di Jakarta, Selasa 1 Agustus 2023. MGMAC dan AMF yang dihadiri lebih dari 500 peserta meliputi gubernur dan wali kota negara ASEAN tersebut guna menyalurkan aspirasi pemerintah kota dan daerah untuk mendukung perwujudan misi komunitas ASEAN 2025. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Sekda DKI Sebut Jakarta Masih Punya 3 Kekurangan, Apa Saja?

Pemprov DKI akan membawa para Gubernur dan Wali Kota Negara ASEAN berkeliling Jakarta untuk melihat berbagai masalah perkotaan.


Jakarta Godok Regulasi untuk Jadi Kota Bisnis Berskala Global

5 hari lalu

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2A CP201 di kawasan Glodok, Jakarta, Kamis 11 Mei 2023. DKI Jakarta nantinya akan menjadi kota bisnis sehingga pembangunan MRT Jakarta tetap dilanjutkan untuk menopang mobilitas masyarakat. TEMPO/Subekti.
Jakarta Godok Regulasi untuk Jadi Kota Bisnis Berskala Global

Sekda DKI mengatakan, Jakarta sudah memiliki pengembangan UMKM dan membangun transportasi massal sebagai best practice.