Inggris Masih Pikir-pikir Longgarkan Aturan Traveling

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang mengantre di luar toko Tesco, di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), ketika pembatasan baru mulai berlaku, di London, Inggris, 21 Desember 2020. [REUTERS / Hannah McKay]

    Orang-orang mengantre di luar toko Tesco, di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), ketika pembatasan baru mulai berlaku, di London, Inggris, 21 Desember 2020. [REUTERS / Hannah McKay]

    TEMPO.CO, Jakarta - Inggris sedang berusaha melonggarkan larangan melakukan perjalanan (traveling) kepada orang-orang yang sudah mendapat dua dosis suntik vaksin virus corona. Dengan begitu, mereka bisa menikmati liburan musim panas di pantai-pantai yang ada di Eropa.

    Akan tetapi, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock pada Selasa, 22 Juni 2021, memastikan rencana-rencana untuk melonggarkan aturan melakukan perjalanan di tengah pandemic Covid-19, belum finalisasi. Sekarang ini, warga Inggris tidak boleh melakukan perjalanan ke luar negeri jika tidak mendesak, termasuk ke negara-negara Eropa.   

    Museum Victoria & Albert (V&A) di London, Inggris, akan buka pada 6 Agustus 2020 setelah tutup 138 hari karena pandemik virus corona. Sumber: Reuters

    Turis asal Inggris adalah wisatawan terbesar kedua untuk wisata outbound di Eropa setelah Jerman. Dengan begitu, ketidak-hadiran turis Inggris akan sangat mencederai perekonomian negara-negara wilayah selatan Eropa. Saat yang sama, sektor pariwisata Inggris pun terseok-seok gara-gara diberlakukannya larangan melakukan perjalanan.

    Menurut Hancock, Pemerintah Inggris ingin mengizinkan orang-orang liburan bersama keluarga di luar negeri. Namun itu baru bisa dilakukan kalau semuanya sudah aman.

    “Secara keseluruhan program vaksin virus corona bisa menghapuskan larangan dan masyarakat bisa aman dengan vaksin tersebut, bukan dengan aturan-aturan tersebut,” kata Hancock.

    Dengan begitu, saat ini Kementerian Kesehatan Inggris sedang mengupayakan sebuah rencana yang ditujukan bagi orang-orang yang sudah mendapat dua dosis suntik vaksin virus corona, agar lebih baik melakukan tes virus corona ketimbang karantina mandiri untuk beberapa kondisi tertentu.

    Hancock menyadari masyarakat sangat ingin mendapatkan kembali kebebasan mereka. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah menteri di Inggris sudah memberikan sinyalemen soal kapan dan bagaimana aturan melakukan perjalanan akan dilonggarkan setelah lebih dari setahun diberlakukannya pembatasan gerak masyarakat yang paling berat dalam sejarah masa damai Inggris demi mencegah penyebaran virus corona.

        

    Baca juga: Gubernur Jenderal Inggris Lord Minto Tercatat dalam Sejarah Nusantara

        

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.