Lockdown, Banyak Orang Cari Teman di Tinder

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tinder Hadirkan Serial Petualangan Interaktif Swipe Night. (Dok. Tinder)

    Tinder Hadirkan Serial Petualangan Interaktif Swipe Night. (Dok. Tinder)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketertarikan asmara tidak banyak menonjol dalam benak banyak orang selama periode isolasi atau lockdown pandemi Covid-19. Sebaliknya banyak orang lebih mencari persahabatan dan kelompok-kelompok untuk saling bersosialisasi.

    Hal itu terungkap setelah aplikasi kencan seperti Tinder dan Bumble meluncurkan layanan baru yang fokus pada pertemanan. Menurut CEO Bumble, Whitney Wolfe Herd, ada sebuah tren ketertarikan yang terjadi saat ini, yakni hanya ingin punya hubungan platonic (tidak jelas).       

    “Orang-orang mencari persahabatan seperti yang dulu bisa dilakukan secara offline sebelum pandemi Covid-19,” kata Herd.

    Aplikasi kencan Tinder ditampilkan di ponsel dalam ilustrasi gambar yang diambil pada 1 September 2020. [REUTERS / Akhtar Soomro / Ilustrasi]

    Bumble sekarang ini sedang berinvestasi pada fitur Bumble BFF (best friend forever). Di layanan tersebut ada sekitar 9 persen aktif users pada September 2020 dan diproyeksi akan terus bertambah.

    Sedangkan perusahan Match Group, yang memiliki aplikasi kencan seperti Tinder dan Hinge, juga menerbitkan layanan khusus pertemanan. Perusahaan itu pada tahun ini telah mengucurkan dana USD 1,7 miliar (Rp 24 triliun) ke perusahaan media sosial asal Korea Selatan, Hyperconnect, yang aplikasinya memungkinkan orang di seluruh dunia komunikasi menggunakan translation (penerjemah).

    Pada tahun lalu, revenue Hyperconnect melonjak sampai 50 persen. Sedangkan aplikasi Meetup mengalami kenaikan jumlah anggota baru sebesar 22 persen sejak Januari 2021.

    Meetup adalah aplikasi yang membantu mempertemukan orang-orang dengan selera sama di lingkungan sekitar atau acara-acara online. Pada tahun ini, kata yang paling banyak di cari di Meetup adalah friends (teman).

    Menurut Jess Carbino, ahli dalam kencan online dan mantan sosiolog di Tinder dan Bumble, isolasi sosial gara-gara pandemi Covid-19 telah menjadi hal yang mengejutkan, khususnya bagi mereka yang berstatus lajang. Hal ini mendorong orang-orang untuk menggunakan kecanggihan teknologi untuk mencari teman dan koneksi.

    Baca juga: Yogyakarta Tak Jadi Lockdown, Sultan HB X Beri Pesan Khusus kepada Masyarakat

                 

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.