Rodrigo Duterte Beri Ancaman Penjara Bagi Warga Penolak Vaksinasi COVID-19

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Filipina Rodrigo Duterte menerima dosis pertama vaksin Covid-19 Sinopharm Cina di Filipina, 3 Mei 2021. Video yang diunggah ke media sosial oleh ajudan senior Duterte dan senator Christopher Bong Go menunjukkan Menteri Kesehatan Francisco Duque memberikan vaksin di lengan kiri Duterte.[Xinhua]

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte menerima dosis pertama vaksin Covid-19 Sinopharm Cina di Filipina, 3 Mei 2021. Video yang diunggah ke media sosial oleh ajudan senior Duterte dan senator Christopher Bong Go menunjukkan Menteri Kesehatan Francisco Duque memberikan vaksin di lengan kiri Duterte.[Xinhua]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam warga yang menolak vaksinasi COVID-19 dengan hukuman penjara. Hal itu menyusul masih buruknya pandemi COVID-19 di Filipina.

    Per berita ini ditulis, Filipina tercatat memiliki 1,3 juta kasus dan 23 ribu kematian akibat COVID-19, menjadikannya sebagai salah satu wilayah paling terdampak di Asia Tenggara. Sebagai perbandingan, Indonesia memiliki 2 juta kasus dan 54 ribu meninggal akibat COVID-19 per Senin, 21 Juni 2021.

    "Kalian harus pilih, vaksin COVID-19 atau saya penjarakan kalian," ujar Duterte dalam keterangan persnya pada Senin kemarin, dikutip dari kantor berita Reuters.

    Pernyataan Duterte tersebut bertentangan dengan pernyataan otoritas kesehatan. Selama ini, tim medis Filipina selalu mengatakan bahwa vaksinasi COVID-19 bersifat sukarela, warga boleh memilih antara ikut atau tidak.

    ADVERTISEMENT

    Rodrigo Duterte tidak menjelaskan secara detil kenapa pernyataannya bisa bertentangan otoritas kesehatannya sendiri. Ia hanya mengatakan bahwa Filipina dalam situasi krisis dan ia stress melihat warga tidak patuh terhadap arahan dari pemerintah.

    Berdasarkan laporan Reuters, ada 2,1 juta warga Filipina yang sudah divaksin penuh. Angka itu masih jauh dari target Rodrigo Duterte, 70 juta orang per akhir tahun 2021.

    Untuk mereka yang sudah divaksin penuh, Filipina memperbolehkan mereka untuk keluar dari rumah dan berjalan-jalan. Namun, mereka tetap harus mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, pelindung wajah (face shields), serta jaga jarak sosial. Apabila mengacu pada pernyataan Rodrigo Duterte, masih banyak warga yang bandel. 

    Baca juga: Filipina Longgarkan Aturan bagi Lansia yang Sudah Imunisasi Vaksin Virus Corona

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...