Presiden Joe Biden Tidak Berencana Menemui Presiden Iran Ebrahim Raisi

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Joe Biden memberi hormat saat menaiki Air Force One saat ia berangkat dalam perjalanan untuk menghadiri KTT G7 di Inggris, perjalanan luar negeri pertama kepresidenannya, dari Pangkalan Militer Gabungan Andrews, Maryland, AS, 9 Juni 2021. [REUTERS/Kevin Lamarque]

    Presiden AS Joe Biden memberi hormat saat menaiki Air Force One saat ia berangkat dalam perjalanan untuk menghadiri KTT G7 di Inggris, perjalanan luar negeri pertama kepresidenannya, dari Pangkalan Militer Gabungan Andrews, Maryland, AS, 9 Juni 2021. [REUTERS/Kevin Lamarque]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Amerika menyatakan Presiden Joe Biden tidak memiliki rencana apapun untuk bertemu dengan Presiden Iran terbaru, Ebrahim Raisi. Ebrahim Raisi pun, kata mereka, juga tidak memiliki rencana untuk bertemu. 

    "Saat ini kami tidak memiliki relasi diplomatik apapun dengan Iran dengan tidak memiliki rencana untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi," ujar Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki, dikutip dari Reuters, Selasa, 22 Juni 2021.

    Meski belum memiliki rencana untuk bertemu dengan Ebrahim Raisi, Jen Pskai tidak menutup kemungkinan tersebut. Namun, kata ia, keputusan ada di tangan Ebrahim Raisi, bukan Joe Biden.

    Saat ini, kedua negara tengah berupaya untuk memperbarui Perjanjian Nuklir Iran atau dikenal juga sebagai JCPOA. Perjanjian yang diteken pada tahun 2015 tersebut bertujuan untuk menekan program pengayaan nuklir Iran untuk memastikan mereka tidak membuat senjata pemusnah massal.

    Di masa pemerintahan Donald Trump, Amerika mundur dari perjanjian tersebut. Sebagai gantinya, mereka memperkuat sanksi ke Iran yang dianggap Trump sebagai ancaman. Sebagai respon, Iran menggenjot program pengayaan nuklirnya lagi hingga melebihi batas.

    Situasi baru berubah ketika Joe Biden terpilih sebagai Presiden Amerika. Ia ingin kembali ke Perjanjian Nuklir Iran. Jika Iran kooperatif, Joe Biden janji akan membebaskan negara pimpinan Ayatollah Ali Khamenei itu dari sanksi ekonomi. Iran mau kooperatif, namun meminta Amerika lebih dulu membebaskan sanksi.

    Ebrahim Raisi, ketika terpilih, menyatakan dirinya akan berupaya untuk kembali ke perjanjian nuklir. Ia menganggapnya sebagai jalan untuk memulihkan lagi perekonomian Iran yang terdampak sanksi dan pandemi. Per berita ini ditulis, negosiasi antara Iran dan Amerika sudah mencapai ronde keenam, namun negosiasi masih berjalan alot.

    "Kami menanti kelanjutan dari negosiasi itu, namun kamu tidak bisa memprediksi kapan kesepakatan akan tercapai," ujar Jen Psaki perihal kelanjutan Perjanjian Nuklir Iran yang didukung Joe Biden dan Ebrahim Raisi itu.

    Baca juga: Sah! Ebrahim Raisi Jadi Presiden Iran

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.