Korea Selatan Longgarkan Pembatasan Sosial Per Juli Nanti

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perawat ikut serta dalam latihan simulasi vaksinasi penyakit virus corona (COVID-19) di pusat vaksinasi COVID-19 di Seoul, Korea Selatan, 9 Februari 2021. [REUTERS / Kim Hong-Ji / Pool]

    Seorang perawat ikut serta dalam latihan simulasi vaksinasi penyakit virus corona (COVID-19) di pusat vaksinasi COVID-19 di Seoul, Korea Selatan, 9 Februari 2021. [REUTERS / Kim Hong-Ji / Pool]

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Selatan menjadi negara berikutnya yang mulai melonggarkan pembatasan sosial. Hal itu ditandai dengan kebijakan pembatasan sosial baru yang mulai berlaku per 1 Juli nanti. Adapun keputusan tersebut menimbang kampanye vaksinasi yang berjalan sesuai rencana.

    Per Sabtu kemarin, 29,2 persen warga Korea Selatan telah menerima vaksin COVID-19. Jika hal tersebut konsisten bertambah, Korea Selatan optimistis target vaksinasi 70 persen warga per September bisa dicapai.

    "Kebijakan pembatasan sosial yang baru merupakan upaya kami untuk menyeimbangkan antara karantina dan pemulihan kehidupan sehari-sehari terlepas pandemi COVID-19 masih berlangsung," ujar Menteri Kesehatan Korea Selatan Kwon Deok-cheol, dikutip dari Reuters, Ahad, 20 Juni 2021.

    Mengacu pada kebijakan pembatasan sosial yang baru, restoran, tempat hiburan malam, dan kafe diperbolehkan buka hingga pukul 24.00. Saat ini, tempat-tempat tersebut hanya boleh buka hingga pukul 22.00.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, jumlah peserta kegiatan kumpul-kumpul pun diperbesar. Dari yang sebelumnya maksimum empat, sekarang dinaikkan menjadi maksimal enam orang.

    Jika pandemi tetap terkendali dalam dua pekan sejak pembatasan sosial baru diterapkan, Kwon Deok-cheol menjanjikan pelonggaran lagi. Misalnya, untuk jumlah peserta kegiatan kumpul-kumpul, akan dinaikkan menjadi maksimum delapan orang.

    "Kebijakan pembatasan jumlah peserta kegiatan kumpul-kumpul itu hanya berlaku di area Seoul dan sekitarnya. Untuk luar Seoul, tidak ada batasan untuk itu," ujar Kwon Deok-cheol.

    Per berita ini ditulis, Korea Selatan tercatat memiliki 151 ribu kasus dan 2002 kematian akibat COVID-19. Dalam 24 jam terakhir, jumlah kasus di sana bertambah sebanyak 429 orang.

    Baca juga: Korea Selatan Berencana Gunakan Dua Vaksin COVID-19 Berbeda untuk Vaksinasi

    ISTMAN MP | REUTERS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...