Jelang Olimpiade Tokyo, Jepang Longgarkan Aturan Pembelian dan Konsumsi Alkohol

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung menikmati makanan dan minuman di Kawaii Monster Cafe sebelum kafe tersebut mengakhiri operasinya karena pandemi Covid-19 di Tokyo Jepang 31 Januari 2021. REUTERS/Issei Kato

    Pengunjung menikmati makanan dan minuman di Kawaii Monster Cafe sebelum kafe tersebut mengakhiri operasinya karena pandemi Covid-19 di Tokyo Jepang 31 Januari 2021. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam waktu dekat, warga Tokyo akan kembali bisa menenggak alkohol. Dikutip dari kantor berita Reuters, Pemerintah Tokyo akan melonggarkan aturan konsumsi alkohol di restoran dan bar seiriang dengan pengangkatan status darurat nasional COVID-19 . Walau begitu, jangan berharap bakal bisa menggelar pesta alkohol.

    Pemerintah Tokyo, dalam keterangannya, menyatakan bahwa pelonggaran tersebut hanya berlaku untuk peminum yang datang ke bar dan restoran seorang diri. Jika datang beramai-ramai, maka tidak akan dilayani. Kelonggaran itu pun dibatasi dua jam saja per harinya.

    "Aturan berlaku dari jam 17.00 - 19.00 (waktu setempat). Pukul 20.00, bar dan restoran harus tutup. Satu pelanggan hanya boleh menghabiskan waktu di bar paling lama 90 menit," ujar sumber di Pemerintah Tokyo, Jumat, 18 Juni 2021.

    Pemerintah Tokyo tidak menutup kemungkinan pelonggaran tersebut dibuka lebih lebar lagi. Menurut laporan di Nikkei, proposal untuk memperbolehkan bar dan restoran memberikan alkohol pada peminum yang datang berpasangan juga dipertimbangkan.

    ADVERTISEMENT

    Warga Jepang tidak merespon rencana tersebut dengan positif. Mereka mengatakan, ada standar ganda dalam pemberlakukan pembatasan alkohol. Mereka membandingkannya dengan pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020 di mana tetap dilaksanakan di saat potensi penularan malah tinggi.

    "Kami yang dirugikan oleh pembatasan-pembatasan ini sementara mereka yang di pemerintahan bebas membuat kebijakan sesuka hati. Apakah kita bisa menyebut ini demokrasi?" ujar salah satu warga Jepang di Twitter.

    Sebelumnya, Pemerintah Tokyo mengetatkan pemberian alkohol tersebut untuk menekan minat warga ke bar dan restoran di kala pandemi. Mereka khawatir keberadaan alkohol akan membuat warga berkumpul di bar, menetap di sana terlalu lama, dan pada ujungnya menjadi cluster COVID-19 baru.

    Baca juga: Berdoa Agar Bebas COVID-19, Jepang Pasang Masker di Patung Dewi Kwan Im

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...