Korea Selatan Berencana Gunakan Dua Vaksin COVID-19 Berbeda untuk Vaksinasi

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perawat ikut serta dalam latihan simulasi vaksinasi penyakit virus corona (COVID-19) di pusat vaksinasi COVID-19 di Seoul, Korea Selatan, 9 Februari 2021. [REUTERS / Kim Hong-Ji / Pool]

    Seorang perawat ikut serta dalam latihan simulasi vaksinasi penyakit virus corona (COVID-19) di pusat vaksinasi COVID-19 di Seoul, Korea Selatan, 9 Februari 2021. [REUTERS / Kim Hong-Ji / Pool]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 760 ribu warga Korea Selatan yang telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19 AstraZeneca bakal ditawari vaksin berbeda untuk dosis kedua. Dikutip dari Channel News Asia, pemerintah Korea Selatan berencana menawarkan vaksin Pfizer - BioNTech untuk dosis kedua.

    Rencana tersebut berkaitan dengan terganggunya rantai pasokan vaksin COVID-19 dari COVAX. Pemerintah Korea Selatan berkata, ada keterlambatan pengiriman dari lembaga inisiatif WHO tersebut. Adapun jumlah vaksin yang terlambat terkirim ada 835 ribu dosis.

    "Pengiriman vaksin COVID-19 yang tertunda baru akan tiba pada Juli nanti paling cepat. Sementara itu, kami sudah menggunakan cadangan dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat," ujar otoritas kesehatan Korea Selatan, Jumat, 18 Juni 2021.

    Dari 52 juta penduduk Korea Selatan, sebanyak 27 persen di antaranya sudah menerima paling tidak satu dosis vaksin COVID-19. Target Pemerintah negeri gingseng itu, 70 persen penduduk sudah divaksin per September dan Herd Immunity tercapai di bulan November.

    ADVERTISEMENT

    Target 70 persen itu menjadi salah satu pendorong Korea Selatan untuk menggunakan dua vaksin berbeda. Mereka sudah mempertimbangkannya sejak bulan lalu dan mengujinya sebagai langkah antisipasi misalkan ada pengiriman vaksin COVID-19 yang terlambat atau bermasalah.

    Menurut keterangan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea Selatan, penggunaan dua vaksin COVID-19 berbeda itu sudah mereka uji terhadap 100 petugas medis.

    Langkah yang diambil Korea Selatan itu sendiri bukan hal baru. Beberapa negara sudah melakukannya. Dua di antaranya adalah Kanada dan Spanyol. Pertimbangan mereka adalah kasus pembekuan darah yang bisa ditimbulkan oleh vaksin COVID-19 AstraZeneca.

    Menurut Pemerintah Spanyol, aman-aman saja menggunakan vaksin COVID-19 AstraZeneca untuk dosis pertama dan Pfizer untuk dosis kedua. Hasil pengujian mereka menunjukkan langkah tersebut aman dan tetap efektif.

    Baca juga: Korea Selatan Longgarkan Aturan Karantina Mandiri

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...