Virus Corona, Anak Muda di India Beli Asuransi Jiwa

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penjaga toko membuka tokonya di area pasar setelah pihak berwenang melonggarkan lockdown yang diberlakukan untuk memperlambat penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19), di New Delhi, India, 7 Juni 2021. [REUTERS/Adnan Abidi]

    Seorang penjaga toko membuka tokonya di area pasar setelah pihak berwenang melonggarkan lockdown yang diberlakukan untuk memperlambat penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19), di New Delhi, India, 7 Juni 2021. [REUTERS/Adnan Abidi]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seperti kebanyakan anak muda usia 20 tahun-an pada umumnya, Beverly Coutinho, warga India, juga selama ini menunda membeli asuransi jiwa. Namun wabah virus corona dan kematian akibat Covid-19, membuat Coutinho mulai terdorong membeli asuransi jiwa.   

    “Saya melihat orang-orang seusia meninggal, di mana itu mendorong saya untuk membeli asuransi jiwa secepatnya. Saya tidak ingin keluarga saya berada dalam situasi kebingungan mencari dana jika ada sesuatu terjadi pada saya,” kata Coutinho, 24 tahun.  

    Angka kematian akibat Covid-19 di India sudah menembus angka 380 ribu orang. Jumlah itu tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil.

    Kendati begitu, banyak ahli meragukan jumlah kasus positif Covid-19 di India karena rendanya angka pengujian virus corona dan banyak orang yang kemungkinan meninggal akibat Covid-19 di India, ketimbang negara lain.

    Seorang pria yang mengenakan pakaian pelindung menyentuh tubuh kerabatnya, yang meninggal karena penyakit virus corona (COVID-19), sebelum dikremasi di tepi sungai Gangga di Garhmukteshwar di negara bagian utara Uttar Pradesh, India, 6 Mei, 2021. [REUTERS / Denmark Siddiqui]

    Menurut PolicyBazaar, ketika India dihantam gelombang kedua wabah virus corona pada April dan Mei 2021 lalu, anak muda India usia 25 tahun dan 35 tahun, yang membeli asuransi jiwa naik 30 persen dibanding tiga bulan sebelumnya.

    InsuranceDekho mengaku angka penjualan asuransi jiwa milik mereka pada Mei 2021 naik sampai 70 persen dibanding Maret 2021.

    “Pandemi Covid-19 saat ini telah memancing kesadaran yang tinggi bahwa perlunya perlindungan keuangan dan ketidak cukupan jumlah perlindungan yang ada saat ini,” kata Niraj Shah, Kepala Keuangan HDFC Life Insurance.

    Shah menjelaskan sejak wabah virus corona terjadi di India, pihaknya telah melihat adanya permintaan yang lebih besar terhadap produk-produk perlindungan oleh orang kelompok usia di bawah 35 tahun. Pembelian asuransi sekarang ini masih tinggi kendati kemungkinan gelombang ketiga wabah virus corona di India melambat karena Pemerintah India mulai memberikan imunisasi vaksin virus corona pada masyarakat.

    Baca juga: India Mempermudah Prosedur Imunisasi Vaksin Virus Corona

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.