Joe Biden: Ratu Elizabeth Mengingatkan Saya dengan Ibu

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Ibu Negara Jill Biden, bertemu dengan Ratu Elizabeth II (tengah) di Kastil Windsor Inggris. Instagram.com/@theroyalfamily

    Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Ibu Negara Jill Biden, bertemu dengan Ratu Elizabeth II (tengah) di Kastil Windsor Inggris. Instagram.com/@theroyalfamily

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Joe Biden menikmati kunjungannya ke Kastil Windsor untuk bertemu dengan Ratu Elizabeth II pada Ahad kemarin, 13 Juni 2021. Ia berkata, bertemu ratu yang sudah bertemu dengan 14 Presiden Amerika itu mengingatkan ia dengan ibunya.

    "Saya rasa dia tidak akan tersinggung saya samakan dengan ibu saya. Penampilannya, kerendahan hatinya, mengingatkan saya akan ibu," ujar Joe Biden, dikutip dari kantor berita Reuters.

    Pertemuan dengan Ratu Elizabeth merupakan bagian dari kunjungan Joe Biden ke Inggris untuk menghadiri KTT G7 (G7 Summit) di Cornwall, Inggris. Ratu Elizabeth juga hadir dalam pertemuan tersebut untuk menyampaikan pandangannya soal berbagai isu global terbaru.

    Joe Biden berkata, Ratu Elizabeth pun bertanya-tanya sejumlah isu global terkini ke dirinya serta rencana ia ke depannya. Beberapa hal yang ia tanya adalah soal pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Cina Xi Jinping yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

    "Saya berharap kami bisa ngobrol lebih lama lagi, andai kendaraan yang menjemput bisa ditahan sedikit. Ya, yang terpenting, dia sangat ramah terhadap kami," ujar Joe Biden yang mengkonfirmasi bakal mengundang Ratu Elizabeth ke Gedung Putih agar komunikasi tak terputus usai KTT G7.

    Dari kiri ke kanan: Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Kanselir Jerman Angela Merkel berpose untuk foto bersama di KTT G7, di Carbis Bay, Inggris, 11 Juni 2021. [Patrick Semansky/Pool via REUTERS]

    Dalam pertemuan G7, isu Cina memegang salah satu porsi terbesar. Organisasi tujuh negara besar tersebut sepakat bahwa pengaruh Cina yang kian kuat perlu direspon. Salah satu respon mereka adalah merancang proyek infrastruktur yang akan menyaingi proyek jalur sutra modern, Belt and Road Initiative, yang dicanangkan Xi Jinping tahun 2013.

    Selain soal infrastruktur, G7 juga meminta Cina menghentikan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjing, memberikan otonomi ke Hong Kong, serta kooperatif dalam investigasi asal usul COVID-19. Pemerintah Cina merespon desakan G7 sebagai manipulasi politik untuk menyudutkan negaranya.

    Joe Biden diagendakan bertemu dengan Vladimir Putin di Jenewa pada 16 Juni. Sementara itu, pertemuan langsung dengan Xi Jinping belum ditetapkan waktunya. 

    Baca juga: Jill Biden Ratu Elizabeth II Pilih Busana Pastel saat Bertemu di Kastil Windsor

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.