Paus Fransiskus Minta Kasus Pelecehan Seksual Para Pastor Jangan Diabaikan

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus memegang Kitab Injil saat merayakan Misa Paskah di Basilika Santo Petrus di Vatikan 4 April 2021.  Filippo Monteforte/Pool via REUTERS

    Paus Fransiskus memegang Kitab Injil saat merayakan Misa Paskah di Basilika Santo Petrus di Vatikan 4 April 2021. Filippo Monteforte/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, - Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus meminta gereja-gereja tak lagi cuek pada kasus pelecehan seksual yang dilakukan para pastor. Hal ini ia ungkapkan dalam suratnya yang menolak pengunduran diri Uskup Agung Munich, Kardinal Reinhard Marx, yang ingin ikut bertanggung jawab atas krisis pelecehan seksual di gereja Jerman.

    Paus mengajak agar para pemimpin umat mengakui krisis pelecehan seksual di gereja ini dan menyikapinya dengan iman. "Kita harus memiliki sejarah, baik secara pribadi maupun sebagai komunitas. Kita tidak bisa tetap acuh tak acuh terhadap kejahatan ini," katanya dikutip dari Vatican News, Ahad, 13 Juni 2021.

    Menurut Paus Fransiskus, reformasi di gereja-gereja tidak lagi sekadar kata-kata tapi harus ditunjukkan dengan sikap berani menghadapi krisis dan menerima kenyataan apa pun konsekuensinya.

    Dalam suratnya, Paus menegaskan bahwa survei maupun kekuatan institusi tidak akan menyelamatkan mereka dari krisis pelecehan seksual. Begitu pula dengan kekuatan uang, opini media, dan nama baik gereja yang ia sebut cenderung menyembunyikan dosa-dosanya.

    Yang bisa menyelamatkan, menurut Paus Fransiskus, dengan mengakui kesalahan yang dilakukan gereja selama ini. "Dengan melakukan itu, kita akan merasakan rasa malu yang menyembuhkan yang membuka pintu belas kasih dan kelembutan Tuhan yang selalu dekat dengan kita".

    Sebelumnya, Kardinal Jerman Reinhard Marx meminta Paus Fransiskus untuk menerima pengunduran dirinya sebagai kepala Keuskupan Agung Munich-Freising. Ia mengatakan bersedia secara pribadi memikul tanggung jawab, tidak hanya atas kesalahannya sendiri dalam menangani skandal pelecehan seksual, tetapi juga untuk kesalahan gereja sebagai institusi.

    Dalam suratnya kepada Paus Fransiskus, Marx menjelaskan telah mempertimbangkan pengunduran diri selama setahun terakhir. Ia merasa banyak kegagalan, baik secara pribadi maupun administratif, dalam penyelesaian kasus pelecehan seksual selama 10 tahun terakhir di Jerman yang dilakukan para pastor.

    Paus Fransiskus setuju dengan pendapat Marx yang menganggap kasus pelecehan seksual menjadi krisis bagi gereja-gereja di seluruh dunia. "Saya setuju dengan anda dalam menggambarkan sejarah menyedihkan pelecehan seksual, dan cara gereja menanganinya sampai saat ini," ucap dia.

    Baca juga: Paus Fransiskus Tolak Pengunduran Diri Uskup Agung Munich

    Sumber: VATICAN NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.