ACBA Sumbang Buku Tentang ASEAN untuk Diplomat Muda Argentina

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerahan buku-buku mengenai ASEAN dari ACBA kepada ISEN. Sumber: dokumen KBRI Buenos Aires

    Penyerahan buku-buku mengenai ASEAN dari ACBA kepada ISEN. Sumber: dokumen KBRI Buenos Aires

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk meningkatkan pemahaman diplomat Argentina mengenai ASEAN, Komite ASEAN di Buenos Aires (ACBA) menyumbangkan buku-buku tentang ASEAN ke Pusdiklat Kementerian Luar Negeri Argentina atau Instituto del Servicio Exterior de la Nación (ISEN).

    Total ada 35 buku tentang ASEAN yang terdiri dari berbagai isu, seperti polugri, budaya, sastra, dan lingkungan. Sumbangan buku-buku itu diterima Direktur ISEN, Duta Besar Victorio María José Taccetti. Buku-buku tersebut nantinya akan dimasukkan ke perpustakaan ISEN.

    Penyerahan buku-buku mengenai ASEAN dari ACBA kepada ISEN. Sumber: dokumen KBRI Buenos Aires

    Dalam seremoni penyerahan sumbangan, Rabu, 9 Juni 2021, waktu setempat, Duta Besar RI untuk Buenos Aires, Niniek Kun Naryatie, yang juga menjabat Ketua ACBA, berharap penempatan buku-buku tersebut di perpustakaan ISEN akan memperkaya wawasan dan memberikan referensi yang andal tentang ASEAN kepada masyarakat Argentina, terutama para diplomat muda di sana.

    Salah satu buku dari Indonesia yang diserahkan kepada ISEN adalah “Does ASEAN Matter” karya mantan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa pada 2009-2014. Buku ini menjelaskan mengapa ASEAN penting di tengah interaksi kepentingan kekuatan besar.

    Rencananya, ACBA akan terus melengkapi buku-buku mengenai ASEAN supaya koleksi buku-buku tentang ASEAN di perpustakaan ISEN semakin lengkap.

    Direktur ISEN, Taccetti, menyambut baik inisiatif ACBA ini mengingat ASEAN saat ini menjadi perhatian dunia. Sekarang ini, semakin banyak diplomat muda Argentina yang berminat bertugas di Asia. Dengan begitu, sumbangan buku - buku ini dapat memberikan referensi mengenai ASEAN.

    KBRI Buenos Aires dalam keterangan menjelaskan program sumbangan buku ini sebetulnya tercetus sejak 2020, tetapi baru dapat terlaksana pada 9 Juni 2021 pada masa keketuaan Indonesia. Keterlambatan ini karena dampak pandemi Covid-19 dan adanya pergantian Direktur ISEN dari Dubes Eduardo Zuain ke Dubes Victorio María José Taccetti.

    Baca juga: Bos BEI: Frekuensi Transaksi Saham Harian RI Tertinggi di Asia Tenggara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.