10 Tokoh Filantropi Dunia, Sisi Kemanusiaan George Soros Sampai Bill Gates

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Barcelona Sandro Rosell (kiri) dan pelatih Josep Guardiola (kanan) menyerahkan kaos kepada pendiri Microsoft Bill Gates. REUTERS/Jonathan Ernst

    Presiden Barcelona Sandro Rosell (kiri) dan pelatih Josep Guardiola (kanan) menyerahkan kaos kepada pendiri Microsoft Bill Gates. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Filantropi merupakan tindakan seseorang yang mencintai sesama manusia serta nilai kemanusiaan, sehingga menyumbangkan waktu, uang, dan tenaganya untuk menolong orang lain. Istilah ini umumnya diberikan pada orang-orang yang memberikan banyak dana untuk amal.

    Dikutip dari berbagai sumber, banyak tokoh dunia yang menyadari sifat filantropis sehingga para tokoh ini tak segan menyisihkan sebagian besar kekayaannya untuk amal. Beberapa tokoh dunia tersebut yaitu:

    1. George Soros

    George Soros adalah Ketua Soros Fund Management LLC, sebuah perusahaan investasi yang menjadi terkenal karena spekulasi yang akurat di pasar keuangan global. Pengusaha ini telah menyumbangkan lebih dari USD32 miliar (Rp448 triliun) dari kekayaannya melalui Yayasan Open Society. Organisasinya mendukung demokrasi dan hak asasi manusia di lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

    2. Warren Buffet

    Warren Buffet membuat janji dengan menyumbang USD37 miliar (Rp518 triliun) kepada Bill dan Melinda Gates Foundation yang berlaku ketika ia meninggal. Ini hampir mencapai separuh dari kekayaannya. Warren merupakan Ketua Berkshire Hathaway. Dia bersama-sama mendirikan Ikrar memberikan inisiatif dan mengejutkan dunia dengan USD3,4 miliar (Rp47,6 triliun) donasi pada 2018 tersebar di beberapa badan amal.

    3. Carlos Slim

    Kekayaan Carlos mencapai USD67,1 miliar. Lelaki yang terlibat di balik perusahaan besar America Movil ini menyumbangkan 6% kekayaannya, yaitu USD4 miliar (Rp55,8 triliun) untuk amal.

    4. Jeff Bezos

    Menjadi pendiri sekaligus CEO Amazon yang memiliki kekayaan USD112 miliar, Jeff Bezos menyumbangkan 1,9% kekayaannya, yaitu sekitar USD2,14 miliar (Rp29,8 triliun) untuk amal.

    5. Steve Ballmer

    Steve Ballmer merupakan mantan CEO Microsoft yang kini menjadi salah satu pemilik waralaba Los Angeles Clippers di 2014 dengan istrinya, Connie Ballmer. The Ballmers telah menyisihkan lebih dari USD2 miliar (Rp28 triliun) untuk meningkatkan mobilitas ekonomi bagi anak dan keluarga di Amerika Serikat yang berada dalam kemiskinan.

    6. Mark Zuckerberg

    Pengusaha muda sekaligus CEO Facebook ini mengantongi harta sejumlah USD71 miliar. Dengan harta sebesar itu Mark tak berat untuk menyumbangkan kekayaannya 2,4% yaitu USD1,72 miliar (Rp24 triliun) untuk amal.

    7. Larry Ellison

    Sebagai co-founder dari Oracle, Larry memiliki kekayaan sejumlah USD58,5 miliar. Larry menyumbangkan kekayaannya sebanyak USD1,2 miliar (Rp16,7 triliun).

    8. Michael Bloomberg

    Michael Bloomberg menjadi kandidat calon Presiden Partai Demokrat untuk Pemilihan Presiden di 2020. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Walikota New York dari 2002 sampai 2013. Bloomberg adalah pendiri Bloomberg LP, perusahaan media yang bernilai lebih dari USD40 miliar. Pada 2018, Bloomberg memberi USD767 juta (Rp10,73 triliun) dalam amal sebagian besar melalui Bloomberg Family Foundation. Satu langkah amalnya adalah inisiatif anti-vaping dalam kampanye untuk melarang rokok elektrik.

    9. Charles Koch

    Charles Koch masuk dalam orang terkaya di dunia dengan nilai bersih USD53,5 miliar Rp749 triliun) di 2018 dan memberikan sebesar USD248 juta (Rp3,47 triliun) ke program pendidikan. Dia secara khusus membuat sumbangan kepada Hudson link, sebuah organisasi yang menyediakan kursus untuk tahanan di penjara New York.

    10. Bill Gates

    Bill Gates telah menyumbang sebesar USD 27 miliar (Rp 378 triliun) bersama sang istri saat itu, Melinda. Pasangan ini mendirikan Bill dan Melinda Gates Foundation, sebagai sarana amal. Bill dan Melinda Gates Foundation adalah badan amal yang bergerak mengubah hidup melalui setiap aktivitas manusia dari menyelamatkan iklim, membasmi epidemi, memberikan makanan murah dan obat-obatan di semua benua.

    WINDA OKTAVIA

    Baca: Mengenal Mulanya Filantropi di Indonesia, Kerja Sosial untuk Publik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.