Hanya 60 Ribu Penduduk Arab Saudi yang Boleh Ibadah Haji 2021

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah melakukan salat tengah malam dengan menjaga jarak pada malam 27 Ramadan di Masjidil Haram selama bulan suci Ramadan, di kota suci Mekkah, Arab Saudi, Ahad, 9 Mei 2021. Umat Islam seluruh dunia melakukan ibadah malam Lailatul Qadar menjelang berakhirnya Ramadan. Saudi Press Agency via REUTERS

    Jemaah melakukan salat tengah malam dengan menjaga jarak pada malam 27 Ramadan di Masjidil Haram selama bulan suci Ramadan, di kota suci Mekkah, Arab Saudi, Ahad, 9 Mei 2021. Umat Islam seluruh dunia melakukan ibadah malam Lailatul Qadar menjelang berakhirnya Ramadan. Saudi Press Agency via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Arab Saudi menyampaikan bahwa ibadah Haji tahun ini akan dibatasi untuk penduduk lokal saja. Hal tersebut untuk merespon pandemi COVID-19 yang belum cukup reda tahun ini.

    Tidak hanya membatasi Ibadah Haji menjadi khusus untuk penduduk lokal saja, jumlah jemaat yang bisa mendaftar pun dibatasi. Dikutip dari Arab News, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengatakan hanya 60 ribu jemaat saja yang bisa melakukan ibadah Haji tahun ini.

    "Keputusan ini mengacu pada komitmen kami untuk memastikan pengunjung Masjidil Haram dan Masjid an-Nabawi dapat melaksanakan ibadah Haji dan Umrah. Kerajaan Arab Saudi memprioritaskan kesehatan dan keamanan," ujar Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Sabtu, 12 Juni 2021.

    Kementerian Haji dan Umrah menambahkan, mereka yang hendak mendaftar untuk ibadah Haji tahun ini wajib terbebas dari segala penyakit kronis dan berada di usia 18-65 tahun untuk mereka yang sudah menerima vaksin COVID-19. Adapun Ibadah Haji dimulai pada Juli nanti.

    ADVERTISEMENT

    Di Indonesia, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji Anggito Abimanyu telah mengkonfirmasi bahwa ibadah Haji tahun 2021 batal. Ia menyatakan simpati kepada para jemaat Haji yang gagal menjalankan ibadah tahun ini.

    Perihal dana Haji, yang nilainya sudah mencapai Rp150 triliun pere Mei 2021, Anggito memastikan dana tersebut tetap aman baik yang berada di instrumen investasi maupun di perbankan. Di perbankan pun, kata Anggito, dana Haji ditempatkan di Bank Syariah dengan jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan untuk terlindung dari gagal bayar.

    Baca juga: Haji 2021 Batal, Pengelolaan Dana Jemaah Rp 150 Triliun Dipertanyakan

    ISTMAN MP | ARAB NEWS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...