Tokoh Agama Pakistan Ancam Bakal Bunuh Malala Yousafzai

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis perempuan asal Pakistan, Malala Yousafzai, menjadi cover majalah Vogue edisi Juli 2021. Foto: Twitter

    Aktivis perempuan asal Pakistan, Malala Yousafzai, menjadi cover majalah Vogue edisi Juli 2021. Foto: Twitter

    TEMPO.CO, - Seorang tokoh agama di Pakistan ditangkap karena mengancam akan membunuh Malala Yousafzai dengan bom bunuh diri. Ia tidak setuju dengan aktivis perempuan itu yang mempertanyakan apakah legalitas hukum diperlukan dalam pernikahan.

    "Malala bermimpi untuk menjadi perdana menteri negara itu tetapi mempromosikan kecabulan," kata Sardar Ali yang juga anggota parlemen dari Khyber Pakhtunkhwa, daerah asal Malala, dikutip dari Channel News Asia, Sabtu, 12 Juni 2021.

    Dia mengancam bahwa dia akan meledakkan Malala dalam serangan bunuh diri jika wanita yang pernah ditembak Taliban saat berusia 15 tahun itu kembali ke Pakistan.

    Sebelumnya majalah kenamaan Vogue menjadikan Malala Yousafzai sebagai bintang sampulnya. Dalam wawancara dengan majalah mode itu, ia mempertanyakan apakah persatuan hukum antara pasangan itu diperlukan.

    "Jika kamu ingin memiliki seseorang dalam hidupmu, mengapa kamu harus menandatangani surat nikah, mengapa tidak membangun hubungan saja?" tanya Malala.

    Sejak selamat dari upaya pembunuhan oleh Taliban lima tahun lalu di pedesaan barat laut Pakistan, lulusan Oxford itu telah menjadi tokoh global yang mempromosikan pendidikan untuk anak perempuan.

    Meskipun dipuji di banyak tempat, Yousafzai telah menerima reaksi keras di Pakistan selama bertahun-tahun, di mana beberapa orang mengatakan perhatian global pada hidupnya telah memberikan negara itu reputasi buruk.

    Dia juga dikritik karena dianggap memperjuangkan nilai-nilai liberal Barat, dan telah menghadapi pengawasan terus-menerus atas pakaian dan pandangannya tentang urusan dunia.

    Pejabat polisi Wasim Sajjad mengatakan kepada AFP jika Sardar Ali telah didakwa membuat ancaman, ujaran kebencian, dan menghasut terorisme. Penangkapan tersebut dibenarkan oleh pejabat senior kedua polisi, Muhammad Imran.

    Tahun lalu Malala Yousafzai melapor kepada Perdana Menteri Imran Khan di Twitter, setelah seorang militan Taliban yang mengaku berada di balik serangannya melarikan diri dari penahanan.

    Baca juga: Aktivis Perempuan Malala Yousafzai Jadi Bintang Sampul Majalah Vogue

    Sumber: CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.