Uni Eropa Longgarkan Pembatasan Sosial COVID-19 Demi Libur Musim Panas

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pantai Zlatni Rat yang berada di Pulau Brac, Kroasia menjadi salah satu tujuan liburan musim panas di Eropa tahun ini. (Pinterest.com)

    Pantai Zlatni Rat yang berada di Pulau Brac, Kroasia menjadi salah satu tujuan liburan musim panas di Eropa tahun ini. (Pinterest.com)

    TEMPO.Co, Jakarta - Uni Eropa sepakat untuk melonggarkan pembatasan perjalanan untuk memaksimalkan dampak libur musim panas. Dikutip dari Reuters, pelonggaran yang diberikan berupa izin bagi wisatawan yang sudah divaksin penuh untuk masuk ke negara-negara Eropa tanpa karantina atau tes COVID-19.

    Selain pelonggaran pemeriksaan, Uni Eropa juga sepakat untuk memperluas daftar negara yang dirasa aman untuk dikunjungi. Harapannya, dengan semakin banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi, maka pendapatan negara yang terdampak pandemi COVID-19 bisa digenjot.

    Untuk wisatawan yang belum divaksin namun hendak melakukan perjalanan ke wilayah Uni Eropa, maka hal itu kembali ke kesehatan mereka dan kondisi negara keberangkatan. Jika negara keberangkatan mereka masuk dalam daftar bahaya COVID-19, maka kecil kemungkinan untuk bisa masuk kecuali sudah divaksin.

    "Duta besar dari 27 negara uni Eropa sepakat untuk memperbarui proposal Komisi Eropa bahwa mereka yang sudah divaksin penuh selama 14 hari berhak untuk berkunjung ke negara-negara Uni Eropa," ujar Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa, Jumat, 11 Juni 2021.

    ADVERTISEMENT

    Per berita ini ditulis, kurang lebih 25 persen dari orang dewasa di Uni Eropa telah divaksin. Adapun pelonggaran pariwisata ini merupakan kelanjutan dari rencana penerbitan sertifikat vaksinasi COVID-19 juga. Sertifikat itu berfungsi menunjukkan apakah seseorang telah divaksin, pernah tertular COVID-19, atau baru saja dites. Rencananya, sistem sertifikasi itu mulai berlaku luas 1 Juli 2021.

    Sousa melanjutkan, kebijakan ini akan terus dievaluasi untuk menentukan apakah pelonggaran yang dilakukan terlalu beresiko atau tidak. Oleh karenanya, kata ia, negara-negara anggota Uni Eropa diberi hak untuk menarik rem darurat misalkan ada barisan pelancong yang hadir dari negara yang status COVID-19nya buruk.

    Terakhir, Sousa berkata pelonggaran yang ada juga berlaku untuk negara-negara non- Uni Eropa yang masuk dalam zona Schengen. Beberapa di antaranya adalah Islandia, Liechtenstein, Norwegia, Swiss, namun tidak untuk Inggris.

    Baca juga: Uni Eropa Izinkan Penggunaan Vaksin Virus Corona untuk Anak-anak

    ISTMAN MP | REUTERS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...