Rusia Siapkan Satelit Canggih untuk Iran

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Presiden Suriah Bashar al Assad menghadiri pertemuan di Damaskus, Suriah 7 Januari 2020. Dukungan Rusia dan Iran telah membantu Assad memenangkan kembali hampir semua wilayah yang hilang dari pemberontak yang mencoba menggulingkannya selama perang saudara yang dimulai hampir sembilan tahun yang lalu. [Sputnik/Alexei Druzhinin/Kremlin via REUTERS]

    Presiden Rusia Vladimir Putin, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Presiden Suriah Bashar al Assad menghadiri pertemuan di Damaskus, Suriah 7 Januari 2020. Dukungan Rusia dan Iran telah membantu Assad memenangkan kembali hampir semua wilayah yang hilang dari pemberontak yang mencoba menggulingkannya selama perang saudara yang dimulai hampir sembilan tahun yang lalu. [Sputnik/Alexei Druzhinin/Kremlin via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Rusia sedang menyiapkan satelit canggih untuk Iran yang mampu melacak target militer di seluruh kawasan Timur Tengah.

    Satelit Kanopus-V buatan Rusia dilengkapi dengan kamera resolusi tinggi yang dapat diluncurkan dari Rusia dalam beberapa bulan, menurut laporan Washington Post, dikutip dari Reuters, 11 Juni 2021.

    Satelit itu akan memungkinkan pemantauan terus-menerus terhadap fasilitas mulai dari kilang minyak Teluk Persia dan pangkalan militer Israel hingga barak Irak yang menampung pasukan AS, laporan The Post, yang mengutip tiga sumber yang tidak disebutkan namanya: seorang pejabat dan mantan pejabat AS, dan juga pejabat senior Timur Tengah, yang diberi pengarahan tentang penjualan tersebut.

    Meski satelit Kanopus-V dipasarkan untuk penggunaan sipil, para pemimpin Korps Garda Revolusi Iran telah melakukan beberapa perjalanan ke Rusia sejak 2018 untuk membantu merundingkan perjanjian tersebut.

    Pakar Rusia melakukan perjalanan ke Iran musim semi ini untuk membantu melatih kru yang akan mengoperasikan satelit dari fasilitas yang baru dibangun di dekat Karaj di sebelah barat Teheran.

    "Satelit itu akan menampilkan perangkat keras Rusia," lapor The Post, "termasuk kamera dengan resolusi 1,2 meter - peningkatan signifikan atas kemampuan Iran saat ini, meskipun masih jauh dari kualitas yang dicapai oleh satelit mata-mata AS."

    Garda Revolusi Iran mengatakan pada April 2020 bahwa mereka telah berhasil meluncurkan satelit militer pertama Iran ke orbit. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyerukan agar Teheran dimintai pertanggungjawaban karena dia yakin tindakan itu bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.

    Laporan The Washington Post diterbitkan beberapa hari sebelum Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu di Jenewa, dan ketika Iran dan Amerika Serikat terlibat dalam pembicaraan tidak langsung untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 yang dirancang untuk membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi ekonomi.

    Baca juga: Vila Abad ke-18 di Swiss Akan Menjadi Tempat Pertemuan Joe Biden dan Putin

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.