Jalan Pedro Castillo ke Kursi Presiden Peru Selangkah Lagi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden Peru Pedro Castillo memberi salam kepada para pendukung sehari setelah pemilihan putaran kedua, di Lima, Peru 7 Juni 2021. [REUTERS/Sebastian Castaneda]

    Calon presiden Peru Pedro Castillo memberi salam kepada para pendukung sehari setelah pemilihan putaran kedua, di Lima, Peru 7 Juni 2021. [REUTERS/Sebastian Castaneda]

    TEMPO.CO, JakartaPedro Castillo semakin dekat dengan jalan kemenangan sebagai Presiden Peru. Pada Kamis, 10 Juni 2021, Castillo yang berasal dari kubu sosialis unggul tipis dari lawannya Keiko Fujimori, yang masih belum mau mengaku kalah dan mengeluarkan tuduhan penipuan, meskipun hanya sedikit bukti.

    Castillo mendapatkan sekitar 50,2 persen suara atau hanya unggul 0,4 persen dari Fujimori. Total sudah 99,3 persen suara pemilu yang dihitung.

    Keiko Fujimori. AP/Silvia Izquierdo

    Castillo adalah seorang guru dan politikus pemula, yang memenangkan suara kalangan bawah masyarakat Peru. Dia berjanji akan menulis ulang konstitusi dan memeratakan kekayan pertambangan Peru, meski telah berusaha menenangkan investor, yang dalam beberapa hari terakhir gelisah.

    Fujimori pada Kamis, 10 Juni 2021, masih berusaha membatalkan sekitar 500 ribu suara pemilu, yang disebutnya mencurigakan.  

    “Kami akan terus mempertahankan hak sah jutaan masyarakat Peru sampai suara terakhir,” kata Fujimori di Twitter.  

    Castillo berasal dari Partai Kebebasan Peru. Partai itu meyakinkan tidak ada bukti aktifitas yang mencurigakan. Pemantau pemilu independen mengatakan pemilu Peru dilakukan dengan bersih.

    Pengadilan etik Juri Nasional Pemilu (JNE) pada Kamis, 10 Juni 2021, menyebut meragukan hasil pemilu tanpa bukti adalah perbuatan tidak bertanggung jawab. Sedangkan Washington mengatakan otoritas pemilu harus mau mencek setiap tuduhan yang masuk.

    Baca juga: Capres Sosialis Peru Pedro Castillo Unggul Tipis Sementara dari Keiko Fujimori

         

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.