Joe Biden Mau Sumbangkan 500 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke 92 Negara

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Joe Biden berbicara tentang sektor lapangan pekerjaan dan ekonomi di Gedung Putih di Washington, AS, 7 April 2021. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    Presiden AS Joe Biden berbicara tentang sektor lapangan pekerjaan dan ekonomi di Gedung Putih di Washington, AS, 7 April 2021. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahan Joe Biden berencana untuk menyumbang 500 juta dosis vaksin Covid-19 Pfizer ke hampir 100 negara dalam waktu dua tahun untuk memerangi pandemi Covid-19 secara global, kata tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut pada Rabu.

    Amerika Serikat mungkin akan menyumbang 200 juta vaksin Covid-19 tahun ini dan 300 juta dosis lainnya pada paruh waktu tahun depan ke 92 negara berpendapatan rendah dan Uni Afrika, kata mereka, dikutip dari Reuters, 10 Juni 2021.

    Donasi akan melalui program vaksin COVAX yang mendistribusikan dosis vaksin corona ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Program ini dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI).

    GAVI belum berkomentar rencana donasi AS saat berita ini ditulis.

    Presiden AS Joe Biden akan mengumumkan kesepakatan pada hari Kamis di pertemuan Kelompok G7 di Inggris, kata salah satu sumber.

    Kesepakatan itu dinegosiasikan selama empat minggu terakhir oleh koordinator respons Covid-19 Gedung Putih Jeff Zients dan tim gugus tugas virus corona, kata salah satu sumber.

    CNBC melaporkan pada hari Rabu bahwa Amerika Serikat juga berbicara dengan Moderna Inc perihal pembelian vaksin untuk disumbangkan ke negara lain.

    Seorang juru bicara Moderna mengatakan perusahaan tertarik untuk memberikan dosis vaksin Covid-19 kepada pemerintah AS untuk diberikan kepada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah tetapi menolak mengomentari diskusi apa pun.

    Gedung Putih dan Pfizer menolak berkomentar.

    Joe Biden mengatakan kepada wartawan sebelum menaiki Air Force One menuju Inggris bahwa ia memiliki strategi vaksin global dan akan mengumumkannya tetapi tidak memberikan rincian.

    Gedung Putih semakin didesak untuk meningkatkan sumbangan vaksin ke negara lain.

    Amerika Serikat telah memberikan setidaknya satu suntikan untuk sekitar 64% dari populasi orang dewasa dan telah mulai memvaksinasi remaja, sementara negara-negara lain seperti Brasil dan India sedang berjuang untuk mendapatkan dosis yang sangat dibutuhkan.

    "Tindakan ini mengirimkan pesan yang sangat kuat tentang komitmen Amerika untuk membantu dunia memerangi pandemi ini," kata Tom Hart, penjabat kepala eksekutif The ONE Campaign, sebuah organisasi nirlaba yang bekerja untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem dan penyakit yang dapat dicegah pada 2030.

    Pemerintah juga menggunakan pasokan vaksin corona milik AS sebagai alat untuk melawan diplomasi vaksin Cina dan Rusia.

    Pemerintahan Biden mengatakan akan membagikan 80 juta dosis vaksin corona di seluruh dunia pada akhir Juni. Gedung Putih awal tahun ini juga menjanjikan US$4 miliar atau Rp57 triliun (kurs Rp14.254 per dolas AS) kepada COVAX dan mendesak negara-negara lain untuk meningkatkan donasi juga.

    Pfizer mengatakan mereka berupaya untuk menghasilkan sebanyak 3 miliar dosis vaksin Covid-19 pada tahun 2021 dan lebih dari 4 miliar dosis tahun depan.

    The New York Times melaporkan, Amerika Serikat akan membeli dosis dengan harga "nirlaba", mengutip orang-orang yang mengetahui kesepakatan itu. Mereka juga melaporkan bahwa CEO Pfizer Albert Bourla akan menemani Biden selama pengumuman tersebut.

    Perjanjian tersebut merupakan tambahan dari 300 juta dosis vaksin Covid-19 yang telah dibeli Amerika Serikat dari Pfizer dan menjadikan jumlah total dosis vaksin Pfizer/BioNTech yang dibeli oleh Amerika Serikat menjadi 800 juta, Times melaporkan.

    Baca juga: WHO Minta Perusahaan Farmasi Beri 50 Persen Volume Vaksin COVID-19 ke COVAX

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.