Unggahan Presiden Argentina di Twitter Dinilai Rasis

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Argentina, Alberto Fernandez. Euronews

    Presiden Argentina, Alberto Fernandez. Euronews

    TEMPO.CO, Jakarta - Unggahan Presiden Argentina Alberto Fernandez di Twitter pada Rabu kemarin, 9 Juni 2021, mengundang kegaduhan dan salah pengertian.

    “Warga Meksiko berasal dari suku Indian, Warga Brasil berasal dari hutan, namun kami warga Argentina berasal dari sejumlah kapal. Kapal-kapal itu berlayar dari Eropa,” kata Fernandez, mengacu pada banyaknya migran Eropa, yang tiba di Argentina.      

    Presiden Argentina Alberto Fernandez tiba sebelum waktu ujian di Fakultas Hukum Universitas Buenos Aires setelah mulai menjabat presiden minggu ini, di Buenos Aires, Argentina 13 Desember 2019. [REUTERS / Agustin Marcarian]

    Unggahan tersebut langsung viral di media sosial. Banyak yang mengkritisi kalau Fernandez tidak peka ras. Sadar unggahannya menuai kontroversi, Fernandez menjelaskan tulisannya di Twitter tersebut tidak bermaksud untuk menyerang siapapun. Jika ada yang merasa di serang atau tersinggung secara tidak langsung, dia pun meminta maaf.

    Unggahan bernada rasis oleh Fernandez itu, juga heboh di kalangan masyarakat Brasil. Di media sosial Negeri Samba tersebut, banyak yang mengolok-olok kalau Presiden Brasil Jair Bolsonaro akan senang mendapatkan kembali pemimpin sayap-kiri Argentina, yang belum pernah bertemu tatap muka dengannya.

       

    Eduardo Bolsonaro, seorang anggota kongres dan Putra Presiden Brasil Bolsonaro, menyebut unggahan Presiden Fernandez tersebut rasis. Bolsonaro pun menyindir soal kondisi ekonomi Argentina yang di kecamuk resesi sejak 2018.   

    “Saya ingin katakan kapal yang tenggelam itu adalah Argentina,” balas Bolsonaro di Twitter.

    Baca juga: Paris Club Akan Izinkan Argentina Tunda Bayar Utang USD 2,4 Miliar

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.