KPK Thailand Selidiki Adik Perdana Menteri Atas Dugaan Menyembunyikan Aset

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha memberi gestur salam setelah memimpin Thailand Corporate Excellence Award untuk Manajemen Keuangan di Kantor Pemerintah di Bangkok, Thailand, 9 September 2015. [REUTERS / Chaiwat Subprasom]

TEMPO.CO, - Komisi Anti Korupsi Nasional (NACC) Thailand menyelidiki adik Perdana Menteri Prayuth Chan-o-cha, Preecha Chan-o-cha, atas dugaan menyembunyikan aset.

Preecha merupakan anggota badan parlemen Majelis Legislatif Nasional antara 2014 dan 2019. Senator dan mantan Sekretaris Tetap Pertahanan Thailand itu diduga menyembunyikan asetnya dan istrinya selama menjabat dengan memberikan laporan palsu. Ia tidak melaporkan rekening bank yang dimiliki istrinya dan sebuah rumah di Phitsanulok.

Wakil Sekretaris Jenderal NACC Niwatchai Kasemmongkol mengatakan pihaknya belum memiliki bukti cukup untuk menjatuhkan tuduhan korupsi pada Preecha. Yang jelas, kata dia, penyelidikan sedang berjalan.

"Bagaimanapun dia memiliki kesempatan untuk memberikan bukti guna membantah tuduhan tersebut sebelum NACC membuat keputusan atas tuduhan formal, jika ada," kata Nitwachai dikutip dari The Thaiger, Kamis, 10 Juni 2021.

Selain Preecha, NACC sepekan terakhir ini sedang gencar menyelidiki dugaan korupsi yang dilakukan para politikus. Tiga anggota parlemen Thailand dituduh mengizinkan legislator lain untuk memilih atas nama mereka dalam proses parlemen.

Undang-Undang Anti Korupsi Thailand melarang anggota parlemen mengizinkan orang lain menggunakan kartu anggota parlemen (MP) untuk memilih atas nama mereka dalam proses parlemen.

Mahkamah Agung Thailand memiliki Divisi Kriminal khusus Pemegang Kantor Politik yang akan mengadili kasus-kasus seperti ini. Jika seorang anggota parlemen dinyatakan bersalah, vonis tersebut membawa denda hingga 200 ribu baht atau Rp 91,6 juta dan hukuman penjara 1 hingga 20 tahun.

Baca juga: Thailand Mulai Imunisasi Massal Vaksin Virus Corona

Sumber: THE THAIGER






Polusi Udara Bangkok Memburuk, Warga Diminta Berdiam di Rumah

3 jam lalu

Polusi Udara Bangkok Memburuk, Warga Diminta Berdiam di Rumah

Konsentrasi partikel kecil dan berbahaya di udara, atau PM2.5, di Bangkok mencapai 14 kali lipat dari tingkat yang direkomendasikan WHO


Indeks Presepsi Korupsi Anjlok, Jokowi Janji Bakal Evaluasi

23 jam lalu

Indeks Presepsi Korupsi Anjlok, Jokowi Janji Bakal Evaluasi

KPK telah bersurat kepada Presiden Jokowi untuk merekomendasikan memperkuat pengawasan Aparat Pengawas Internal Pemerintah.


Ukraina Geledah Rumah Miliarder Terpandang dalam Penumpasan Korupsi

1 hari lalu

Ukraina Geledah Rumah Miliarder Terpandang dalam Penumpasan Korupsi

Penggeledahan juga dilakukan di rumah mantan menteri dalam negeri yang juga dituduh terlibat kasus korupsi.


Batal Konsolidasi Aset dengan Geodipa, Ini Rencana Pertamina Geothermal Energy

1 hari lalu

Batal Konsolidasi Aset dengan Geodipa, Ini Rencana Pertamina Geothermal Energy

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy atau PGE Ahmad Yuniarto alias AY mengaku belum akan melanjutkan rencana konsolidasi dengan Geo Dipa Energi maupun PLN


Sengkarut Masalah Jakpro: Dugaan Persengkokolan Tender Revitalisasi TIM, Penggelembungan Bayar Pajak Tanah

1 hari lalu

Sengkarut Masalah Jakpro: Dugaan Persengkokolan Tender Revitalisasi TIM, Penggelembungan Bayar Pajak Tanah

PT Jakpro tengah diselimuti persoalan, mulai dari dugaan persengkokolan tender revitalisasi TIM hingga penggelembungan bayar pajak tanah.


Terkini Metro: Dalih Jakpro Soal Rusun Peninggalan Anies Baswedan, Update Pengusutan Kasus Mahasiswa UI

1 hari lalu

Terkini Metro: Dalih Jakpro Soal Rusun Peninggalan Anies Baswedan, Update Pengusutan Kasus Mahasiswa UI

Berita terkini kanal Metro Tempo.co membahas soal kampung susun peninggalan Anies Baswedan hingga update pengusutan kasus mahasiswa UI.


Kasus Suap Pengurusan Perkara di MA, KPK Panggil Tiga Staf Gazalba Saleh

1 hari lalu

Kasus Suap Pengurusan Perkara di MA, KPK Panggil Tiga Staf Gazalba Saleh

Ali Fikri menyebut KPK telah memanggil sejumlah staf hakim agung Gazalba Saleh sebagai saksi di kasus suap pengurusan perkara di MA


Jakpro Terseret Kasus Dugaan Korupsi Bayar Pajak Tanah, Politikus Gerindra: Lucu, BPHTB Aja Bermasalah

2 hari lalu

Jakpro Terseret Kasus Dugaan Korupsi Bayar Pajak Tanah, Politikus Gerindra: Lucu, BPHTB Aja Bermasalah

PT Jakarta Propertindo atau Jakpro tengah terseret kasus dugaan korupsi pembayaran pajak tanah. Anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra merespons.


DPRD DKI Khawatirkan Sistem Jalan Berbayar Jadi Lahan Korupsi

2 hari lalu

DPRD DKI Khawatirkan Sistem Jalan Berbayar Jadi Lahan Korupsi

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengkhawatirkan sistem jalan berbayar atau ERP bakal jadi lahan korupsi baru bagi para oknum.


Kasus Tanah di Bogor, PTUN Jakarta Batalkan Penyitaan Satgas BLBI

2 hari lalu

Kasus Tanah di Bogor, PTUN Jakarta Batalkan Penyitaan Satgas BLBI

Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta membatalkan surat penyitaan Satgas BLBI atas tanah PT Bogor Raya Development (BRD) dan PT Bogor Raya Estatindo (BRE).