Jacinda Ardern Siap Disuntik Vaksin Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pada Selasa, 8 Juni 2021, mengumumkan kalau dia akan menjalankan imunisasi vaksin virus corona dosis pertama pada akhir pekan depan. Selandia Baru saat ini sedang menantikan 1 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Pfizer.

    “Bagi saya, ini (imunisasi Covid-19) penting. Saya telah memprioritaskan kelompok-kelompok paling rentan. Pada titik ini, saya memilih untuk diimunisasi Covid-19 agar bisa menunjukkan bahwa ini benar-benar aman dan penting juga untuk menjaga orang lain untuk tetap aman,” kata Ardern.    

    Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern selama konferensi pers bersama dengan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker di Brussels, Belgia 25 Januari 2019. [REUTERS / Yves Herman]  

    Menurut Ardern, sekitar 1 juta dosis vaksin virus corona buatan Pfizer akan tiba di negaranya pada Juli nanti. Selandia Baru masuk dalam kelompok negara yang sukses mengatasi pandemi Covid-19. Sejauh ini, negara di Kepulauan Pasifik tersebut sudah memberikan imunisasi vaksin virus corona pada 250 ribu orang dari total 5 juta jiwa populasi Selandia Baru.

    Ardern mengatakan pihaknya sedang mengupayakan agar bisa mendistribusikan sekitar 20 ribu dosis vaksin virus corona. Kedatangan vaksin virus corona dari Pfizer nanti, diharapkan bisa mempercepat perwujudan rencana tersebut.

        

    Puncak imunisasi massal vaksin virus corona di Selandia Baru dijadwalkan pada Agustus dan September 2021 dengan mendistribusikan 50 ribu dosis vaksin Covid-19.

    Sejauh ini di Selandia Baru ada 2.336 kasus positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, 26 pasien virus corona berakhir dengan kematian.

    Baca juga: PM Selandia Baru Jacinda Ardern Dikabarkan Menikah Tahun Ini

       

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.