WHO: Kami Tak Bisa Memaksa Cina Serahkan Info Asal COVID-19

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang dengan pakaian pelindung berjalan dengan tempat sampah di luar hotel tempat anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertugas menyelidiki asal-usul pandemi virus corona (COVID-19) dikarantina, di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 28 Januari 2021. [REUTERS / Thomas Peter]

    Orang-orang dengan pakaian pelindung berjalan dengan tempat sampah di luar hotel tempat anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertugas menyelidiki asal-usul pandemi virus corona (COVID-19) dikarantina, di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 28 Januari 2021. [REUTERS / Thomas Peter]

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak akan dan tak bisa memaksa Cina untuk menyerahkan data asal usul COVID-19. Hal tersebut dinyatakan oleh Direktur Program Gawat Darurat WHO, Mark Ryan, ketika ditanyai soal bagaimana WHO akan mendesak Cina kooperatif dalam investigasi asal usul COVID-19 berikutnya. Ryan berkata, WHO tidak memiliki wewenang untuk itu.

    Karena tidak memiliki wewenang, Ryan mengatakan apa yang bisa dilakukan WHO adalah mengimbau dan mengharapkan Cina untuk kooperatif. Jika Cina tetap tidak mau, Ryan mengatakan WHO akan mengandalkan kemampuan investigasinya sendiri. Ia pun berkata WHO akan meningkatkan studi asal usul COVID-19 ke tingkatan terbaru.

    "Kami tidak memiliki kemampuan untuk mendesak siapapun dalam konteks ini. Kami sepenuhnya mengharapkan kooperasi, input, dan support dari seluruh negara anggota WHO," ujar Ryan sebagaimana dikutip dari kantor berita Al Jazeera, Senin waktu setempat, 7 Juni 2021.

    Diberitakan sebelumnya, WHO berencana untuk menginvestigasi kembali asal usul COVID-19 di Wuhan, Cina. Menurut sejumlah pakar yang terlibat dalam investigasi awal, data yang didapatkan kurang lengkap karena Cina juga tidak sepenuhnya terbuka. Oleh karenanya, mereka tidak menyakini kesimpulan awal pada Januari lalu akurat.

    Pada kesimpulan awal yang dibuat para pakar WHO, virus COVID-19 tidak berasal dari Cina ataupun laboratorium virologi. Mereka mengatakan, temuan menunjukkan virus berasal dari luar Cina dengan hewan liar sebagai pembawanya, baik dalam kondisi hidup ataupun mati. Sejumlah pakar epidemi di luar WHO, salah satunya Penasihat Medis Amerika Anthony Fauci, menyakini hal yang sama.

    Beberapa pekan terakhir, skenario virus COVID-19 berasal dari laboratorium virologi Wuhan menguat. Berbagai laporan intelijen mendapati skenario tersebut memungkinkan. Salah satu laporan datang dari Laboratorium Nasional Amerika yang mulai melakukan investigasi mandiri sejak Mei 2020. Presiden Amerika Joe Biden bahkan meminta agensi-agensi intelijennya untuk menginvestigasi ulang hipotesis itu.

    Per berita ini dibuat, WHO belum mengungkapkan seperti apa rencana investigasi barunya. Cina juga belum berkomentar apapun soal rencana investigasi ulang. Adapun Cina, sebelumnya, keras menentang investigasi asal usul COVID-19 di Wuhan karena menuduhnya politis dan berniat menyudutkan mereka.

    Baca juga: Ada 7 Kasus Baru Positif Covid-19 di Guangzhou Cina

    ISTMAN MP | AL JAZEERA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.