Korban Tewas Kecelakaan Kereta Pakistan Bertambah Jadi 40 Orang

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kecelakaan kereta di Pakistan. REUTERS

    Kecelakaan kereta di Pakistan. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah korban tewas kecelakaan kereta ekspres Pakistan di Sindh's Ghotki pada Senin bertambah melebihi 40 orang, kata polisi dan petugas penyelamat.

    Millat Express tergelincir dan kereta Sir Syed Express menabraknya segera setelah itu, menurut pejabat kereta api. Tabrakan terjadi antara stasiun kereta api Raiti dan Obaro.

    Menurut juru bicara Pakistan Railways (PR), kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 03:30 pagi setelah kereta Millat Express dari Karachi ke Sargodha tergelincir dan jatuh. Kereta Millat kemudian bertabrakan dengan kereta api Sir Syed Express yang datang dari Rawalpindi, Dawn melaporkan.

    Akibat kecelakaan ini, enam gerbong Millat Express tergelincir dan lima gerbong terbalik, sementara dua gerbong kereta Sir Syed Express tergelincir dan tiga terbalik.

    Sebuah operasi penyelamatan masih berlangsung di lokasi kecelakaan dan yang terluka sedang dipindahkan ke rumah sakit.

    Dikutip dari Geo News, 7 Juni 2021, Inspektur Senior Polisi Ghotki, Umar Tufail, mengonfirmasi jumlah korban tewas dan mengatakan mendiang telah dibawa ke rumah sakit sekitar.

    Perdana Menteri Pakistan Imran Khan pada Senin kaget atas hilangnya nyawa yang timbul dari kecelakaan kereta api Ghotki, dan memerintahkan penyelidikan komprehensif atas masalah tersebut.

    Melalui Twitter, perdana menteri bereaksi terhadap insiden tersebut, menginstruksikan Menteri Perkeretaapian Azam Swati untuk tiba di lokasi dan membantu yang terluka dengan pemberian bantuan medis.

    "Terkejut dengan kecelakaan kereta api yang mengerikan di Ghotki pagi ini yang menyebabkan 30 penumpang tewas. Telah meminta Menteri Perkeretaapian untuk mencapai lokasi dan memastikan bantuan medis kepada yang terluka dan dukungan untuk keluarga korban. Saya memerintahkan penyelidikan komprehensif terhadap jalur patahan keselamatan kereta api," cuit Imran Khan ketika korban jiwa berjumlah 30 orang.

    Inspektur Senior Polisi Ghotki Umar Tufail memperkirakan jumlah korban kecelakaan kereta akan bertambah, karena masih ada kompartemen kereta yang hancur yang tidak dapat diakses oleh penyelamat.

    Baca juga: Dua Kereta Bertabrakan di Pakistan, 35 Orang Tewas, Masinis Selamat

    DAWN | GEO NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.