Vladimir Putin Sebut Amerika Ikuti Jejak Uni Soviet dengan Mengancam Negara Lain

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato tahunannya kepada Majelis Federal di Moskow, Rusia 21 April 2021. [REUTERS / Evgenia Novozhenina]

    Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato tahunannya kepada Majelis Federal di Moskow, Rusia 21 April 2021. [REUTERS / Evgenia Novozhenina]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Amerika Serikat mengikuti jejak Uni Soviet dengan berpikir bahwa mereka cukup kuat untuk mengancam negara lain.

    Putin membuat komentar itu selama konferensi pers Jumat malam ketika dia berbicara tentang sanksi AS terhadap Moskow, menurut kantor berita Rusia TASS.

    Putin mengatakan ini pada hari Jumat pada pertemuan dengan kepala kantor berita terkemuka dunia, yang diselenggarakan oleh TASS di sela-sela Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF).

    Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato selama sesi Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) di Saint Petersburg, Rusia, 4 Juni 2021. [Anatoly Maltsev/Pool via REUTERS]

    Dilaporkan Reuters, 6 Juni 2021, Putin berbicara hanya beberapa hari sebelum pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden yang kabinetnya pada bulan April memberlakukan berbagai sanksi terhadap Rusia, termasuk pembatasan pasar utang negaranya.

    "Kami mendengar ancaman dari Kongres, dari sumber lain. Itu semua dilakukan dalam konteks proses politik domestik Amerika Serikat," kata Putin.

    "Orang-orang yang melakukan ini, mereka mungkin berasumsi bahwa Amerika Serikat memiliki kekuatan ekonomi, militer, dan politik sedemikian rupa sehingga bisa lolos begitu saja. Itu bukan masalah besar, itulah yang mereka pikirkan."

    Putin mengatakan perilaku seperti itu mengingatkannya pada Uni Soviet.

    "Tahukah Anda apa masalahnya? Saya akan memberi tahu Anda, sebagai mantan warga negara Uni Soviet. Masalah kekaisaran adalah mereka berpikir bahwa mereka sangat kuat sehingga mereka dapat menanggung ketidakakuratan dan kesalahan kecil," katanya.

    "Kami akan membeli (orang-orang ini), menggertak mereka, membuat kesepakatan dengan mereka, memberikan kalung kepada mereka, mengancam mereka dengan kapal perang. Dan ini akan menyelesaikan semua masalah. Tapi masalah menumpuk. Akan tiba saatnya ketika masalah-masalah itu tidak bisa diselesaikan lagi," terang Putin.

    Joe Biden dan Vladimir Putin akan bertemu di Jenewa pada 16 Juni, Gedung Putih dan Kremlin mengatakan, akan membahas berbagai masalah mendesak dalam pertemuan itu, menurut Washington.

    Baca juga: Vladimir Putin Mau Tawarkan Vaksinasi Covid-19 Berbayar untuk Warga Asing

    REUTERS | TASS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.