Gelombang Ketiga Covid-19 di Malaysia Lebih Berdampak Pada Anak-anak

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tenaga kesehatan mengambil sampel usap (swab) dari seorang anak untuk tes COVID-19 di Rawang, Selangor, Malaysia, Kamis, 20 Mei 2021. Malaysia melaporkan 6.806 kasus baru COVID-19 dalam lonjakan harian tertinggi sejak wabah itu mulai merebak. (Xinhua/Chong Voon Chung)

    Seorang tenaga kesehatan mengambil sampel usap (swab) dari seorang anak untuk tes COVID-19 di Rawang, Selangor, Malaysia, Kamis, 20 Mei 2021. Malaysia melaporkan 6.806 kasus baru COVID-19 dalam lonjakan harian tertinggi sejak wabah itu mulai merebak. (Xinhua/Chong Voon Chung)

    TEMPO.CO, - Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan jumlah kematian akibat virus corona dan kasus serius yang menimpa anak-anak terus meningkat. Pemerintah mendesak warga ikut berpran dalam melindungi mereka yang kekebalan tubuhnya belum kuat seperti anak-anak.

    “Kementerian Kesehatan berharap semua pihak, terutama orang tua dan wali, berperan penting dalam melindungi mereka yang memiliki kekebalan rendah, seperti bayi dan anak-anak, dari COVID-19,” kata Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah dalam sebuah pernyataan dikutip dari Channel News Asia, Sabtu, 5 Juni 2021.

    Malaysia mencatat kematian tiga anak berusia di bawah lima tahun akibat virus corona dalam lima bulan pertama tahun ini, jumlah yang sama yang tercatat sepanjang tahun 2020.

    Sebanyak 27 anak, termasuk 19 di bawah usia lima tahun, harus dirawat di ruang perawatan intensif antara Januari dan Mei setelah tertular virus, naik dari delapan kasus tahun lalu.

    Noor Hisham tidak mengatakan berapa banyak anak yang telah dites COVID-19 atau apakah pihak berwenang berencana untuk meningkatkan pengujian di antara anak di bawah umur.

    Malaysia kini mengalami gelombang ketiga pandemi virus corona dengan lonjakan infeksi terjadi baru-baru ini. Pemerintah pusat pun memberlakukan karantina wilayah ketat mulai 1 hingga 14 Juni.

    Perdana Menteri Muhyiddin Yassin menyatakan lockdown total selama dua pekan ini karena kasus dan kematian COVID-19 harian mencatatkan rekor. Pemerintah memperingatkan wabah itu mungkin terkait dengan varian yang lebih menular.

    Pada hari Senin, Menteri Kesehatan Malaysia Adham Baba mengatakan total 82.341 anak telah terinfeksi virus corona antara Januari tahun lalu dan 30 Mei tahun ini.

    Total beban kasus Malaysia mencapai lebih dari 595.000 pada hari Kamis, dengan 3.096 kematian, atau tertinggi ketiga di Asia Tenggara belakang Indonesia dan Filipina.

    Rekor kenaikan harian dalam kasus Covid-19 yakni 9.020 pada Sabtu pekan lalu dan jumlah kematian harian tertinggi 126 pada hari Rabu.

    Menteri kesehatan Malaysia mengatakan pada Kamis jika bukan sesuatu yang mustahil total kematian COVID-19 mencapai 26 ribu pada bulan September, seperti yang diproyeksikan oleh Institute of Health Metrics and Evaluation.

    Baca juga: N'Golo Kante Bikin Nasi Lemak Malaysia Populer di London

    Sumber: CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.