Singapura Mulai Gelar Vaksinasi COVID-19 Untuk Pelajar 12 Tahun ke Atas

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang yang memakai masker berpergian sebelum pemberlakuan lockdown di Singapura, 14 Mei 2021. Singapura kembali menerapkan lockdown setelah ditemukan 24 kasus Covid-19 penularan lokal untuk hari kedua berturut-turut, jumlah harian tertinggi sejak September tahun lalu. REUTERS/Caroline Chia

    Orang-orang yang memakai masker berpergian sebelum pemberlakuan lockdown di Singapura, 14 Mei 2021. Singapura kembali menerapkan lockdown setelah ditemukan 24 kasus Covid-19 penularan lokal untuk hari kedua berturut-turut, jumlah harian tertinggi sejak September tahun lalu. REUTERS/Caroline Chia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 400 ribu pelajar usia 12 tahun ke atas di Singapura akhirnya bisa mengikuti vaksinasi COVID-19 per Jumat ini, 4 Juni 2021. Hal tersebut menyusul keputusan Otoritas Sains Kesehatan bahwa vaksin COVID-19 Pfizer sudah bisa digunakan untuk kelompok usia remaja.

    Menteri Pendidikan Chan Chun Sing berkata, dari 400 ribu pelajar yang bisa divaksin, kurang lebih sebanyak 9000 sudah mendaftar. Adapun undangan vaksinasi diserahkan langsung ke pelajar atau ke orang tua pelajar via pesan singkat elektronik

    "Saya merasa tersanjung dengan respon positif yang kami terima dan tingginya pendaftaran sejauh ini. Di tengah pertarungan dengan pandemi yang terus berevolusi ini, vaksinasi masih jalan teraman untuk melindungi pelajar dan anak-anak," ujar Chan Chun Sing, dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 4 Juni 2021.

    Bagi yang belum mendaftar namun sudah menerima SMS pemberitahuan, Chan Chun Sing menyarankan untuk segera mendaftar. Ia berkata, pihaknya menargetkan semua undangan sudah terkirim via SMS per 13 Juni 2021.

    Pengecualian berlaku untuk pelajar di luar sekolah negeri seperti sekolah swasta atau home schooling. Untuk pelajar dari kategori tersebut, mereka tidak akan dikirimin undangan kampanye vaksinasi khusus pelajar. Sebaliknya, mereka akan masuk kampanye vaksinasi umum.

    Petugas medis menunjukan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech COVID-19. Badan Obat Norwegia (NMA) mengatakan hasil otopsi terhadap 13 jenazah menunjukkan bahwa efek samping umum vaksin covid-19 REUTERS/Andreas Gebert

    Chan Chun Sing paham bahwa masalah vaksinasi ini bisa membingungkan bagi orang tua. Oleh karenanya, kementeriannya telah menyiapkan dua webinar yang berfungsi untuk memandu orang tua mengurus vaksinasi anak-anak mereka.

    "Sekolah juga akan membantu orang tua untuk menyakinkan anak-anak mereka ikut vaksinasi dan mengurus pendaftarannya," ujarnya.

    Untuk lokasi vaksinasi, para pelajar di Singapura diperbolehkan memilih antara divaksin di pusat vaksin komunitas atau di kampus-kampus. Beberapa kampus yang juga membukan layanan vaksinasi adalah ITE College Central, ITE College East, dan ITE College West. Masing-masing kampus bisa melayani 1600 dosis vaksin COVID-19 per hari.

    "Kami menargetkan vaksinasi untuk pelajar selesai di bulan Agustus," ujar Chan Chun Sing.

    Salah satu pelajar di Singapura, Salwa Taib (15) mengaku puas dengan layanan vaksinasi yang ada. Ia adalah salah satu pelajar pertama yang menerima vaksin. Dikutip dari Channel News Asia, Salwa mengaku bisa sedikit tenang setelah menerima vaksin karena sebentar lagi ia akan menjalani ujian.

    "Saya akan menjalani ujian nasional sebentara lagi. Saya jujur stress karena takut tertular COVID-19 atau teman-teman saya yang tertular," ujarnya usai mengikuti vaksinasi COVID-19.

    Baca juga: Singapura Umumkan Rencana Baru Penanganan COVID-19, Ini 5 Poin Pentingnya

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.