Satu Dekade Perang Suriah, Korban Tewas Hampir Setengah Juta

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Pertahanan Sipil Suriah menggendong seorang anak yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan akibat serangan udara di Maarat al-Numan, Idlib, Suriah, 28 Agustus 2019. Serangan udara pasukan Suriah di kawasan permukiman selatan Idlib menewaskan 12 orang, 34 lainnya terluka dan  menghancurkan sejumlah bangunan. Syria Civil Defence in the Governorate of Idlib/Handout via REUTERS

    Anggota Pertahanan Sipil Suriah menggendong seorang anak yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan akibat serangan udara di Maarat al-Numan, Idlib, Suriah, 28 Agustus 2019. Serangan udara pasukan Suriah di kawasan permukiman selatan Idlib menewaskan 12 orang, 34 lainnya terluka dan menghancurkan sejumlah bangunan. Syria Civil Defence in the Governorate of Idlib/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, - Perang Suriah yang telah berlangsung selama 10 tahun menyebabkan hampir setengah juta orang tewas. Hal ini terungkap dalam perhitungan terbaru lembaga pemantau perang, Syrian Observatory for Human Rights, yang berbasis di Inggris.

    "Konflik tersebut telah merenggut 494.438 nyawa sejak meletus pada 2011 dengan penindasan brutal terhadap protes anti-pemerintah," kata lembaga itu dikutip dari Arab News, Rabu, 2 Juni 2021.

    Penghitungan sebelumnya, yang dikeluarkan oleh Observatorium pada Maret tahun ini, lebih dari 388 ribu orang tewas. Namun perhitungan selanjutnya menambahkan 100 ribu korban baru terkonfirmasi.

    Lembaga ini mengkonfirmasi 105.015 kematian tambahan setelah berbulan-bulan upaya dokumentasi yang didukung oleh jaringan sumbernya di lapangan.

    "Sebagian besar kematian ini terjadi antara akhir 2012 dan November 2015," kata kepala Observatorium Rami Abdel Rahman kepada AFP,  merujuk pada penambahan terbaru, dikutip dari Hindustan Times.

    Dari kematian yang baru-baru ini dikonfirmasi, lebih dari 42 ribu adalah warga sipil, kebanyakan dari mereka tewas di bawah penyiksaan di penjara rezim Suriah.

    Abdel Rahman mengatakan bahwa jeda dalam perang Suriah memungkinkan organisasinya untuk menyelidiki laporan kematian yang tidak dimasukkan dalam penghitungan keseluruhan karena kurangnya dokumentasi.

    Baca juga: Bashar al Assad Menang Pemilu Presiden Suriah 2021

    Sumber: ARAB NEWS | HINDUSTAN TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.