PM Malaysia Puji Para PNS yang Sumbangkan Gaji untuk Bansos Covid-19

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai Negeri Sipil Malaysia.[New Straits Times]

    Pegawai Negeri Sipil Malaysia.[New Straits Times]

    TEMPO.CO, - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin berterima kasih pada pegawai negeri sipil (PNS) yang mau menyumbangkan sebagian gaji mereka selama tiga bulan untuk dana bantuan Covid-19. Ia memuji para PNS yang mau menunjukkan solidaritasnya lewat sumbangan ini.

    “Ini membuktikan kebersamaan PNS dalam memikul tanggung jawab bersama pemerintah dalam memerangi pandemi Covid-19," kata Muhyiddin Yassin dikutip dari Malay Mail, Rabu, 2 Juni 2021.

    “Solidaritas ini juga mencerminkan dukungan PNS terhadap perjuangan garda terdepan yang bekerja tanpa henti ( berusaha tanpa henti ) untuk mengekang dan melindungi kita semua dari infeksi pandemi Covid-19,” ucap dia.

    Kepala Sekretaris Pemerintah Mohd Zuki Ali mengatakan pemotongan tunjangan PNS untuk dialihkan ke dana bantuan Covid-19 ini mengikuti sikap Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dan seluruh menteri yang tidak akan mengambil gajinya selama tiga bulan. Uang-uang itu akan disalurkan ke Dana Perwalian Bantuan Bencana Nasional untuk menutupi biaya terkait Covid-19.

    Sebagai wujud solidaritas, pejabat di jajaran pimpinan puncak dan yang berasal dari golongan 44 hingga 56 akan menyumbangkan sebagian dari Tunjangan Hiburan Tetap (ITK) mereka untuk dana tersebut.

    “Begitu pula dengan golongan 29 hingga 41 yang akan menyumbangkan sebagian dari Tunjangan Pelayanan Tetap Umum (ITKA) untuk dana tersebut,” kata Zuki Ali dikutip dari New Straits Times, Selasa, 1 Juni 2021.

    Zuki menjelaskan kontribusi dari lebih 800 ribu PNS Malaysia (tidak termasuk mereka yang berada di golongan 1 hingga 28) diperkirakan berjumlah lebih dari RM 30 juta atau Rp 90 miliar (Kurs Rp 3 ribu).

    Baca juga: PNS di Malaysia Sumbang Gaji Mereka Selama 3 Bulan untuk Dana Bantuan Covid-19

    Sumber: MALAY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.