Pemimpin ASEAN Dilaporkan Bakal Berkunjung ke Myanmar Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) menghadiri pertemuan KTT ASEAN yang dihadiri oleh kepala negara ASEAN dan perwakilan di Gedung Sekretariat ASEAN Jakarta, Sabtu, 24 April 2021. KTT ASEAN yang pertama kali dilakukan secara tatap muka saat pandemi COVID-19 tersebut salah satunya membahas tentang krisis Myanmar. ANTARA FOTO/HO/ Setpres-Muchlis Jr

    Presiden Joko Widodo (kanan) menghadiri pertemuan KTT ASEAN yang dihadiri oleh kepala negara ASEAN dan perwakilan di Gedung Sekretariat ASEAN Jakarta, Sabtu, 24 April 2021. KTT ASEAN yang pertama kali dilakukan secara tatap muka saat pandemi COVID-19 tersebut salah satunya membahas tentang krisis Myanmar. ANTARA FOTO/HO/ Setpres-Muchlis Jr

    TEMPO.CO, - Ketua dan sekretaris jenderal ASEAN dilaporkan berencana berkunjung ke Myanmar pekan ini, menurut empat sumber Reuters.

    Ketua ASEAN Erywan Yusof dan Sekjen Lim Jock Hoi, menurut sumber Reuters, dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin junta dan pemangku kepentingan lainnya. "Sumber memperingatkan bahwa perjalanan dapat ditunda atau batal oleh hambatan logistik dan diplomatik menit terakhir," tulis laporan Reuters, Selasa, 1 Juni 2021.

    Namun belum ada kejelasan apakah dua petinggi ASEAN itu bakal bertemu dengan lawan junta. Juru bicara ASEAN dan Pemerintah Persatuan Nasional yang menjadi oposisi junta tidak menanggapi permintaan komentar. Misi Brunei di ASEAN juga tidak menanggapi permintaan komentar.

    Rencana kunjungan ini muncul lebih dari lima pekan setelah para pemimpin ASEAN merumuskan lima konsensus dalam pertemuan di Jakarta. Lima butir konsensus itu adalah mengakhiri kekerasan; mendorong dialog; memberikan bantuan; menunjuk utusan khusus; dan mengirim delegasi untuk bertemu dengan semua pihak terkait.

    Namun, hingga kini ASEAN belum menunjuk utusan khusus tersebut. Anggota ASEAN masih berdebat soal siapa, apa perintahnya, dan berapa lama jabatan utusan khusus untuk Myanmar itu.

    Militer telah menahan pemimpin sipil Myanmar, Aung San Suu Kyi, dan memenjarakan lawan politiknya pada 1 Februari lalu. Mereka juga memberikan tindakan keras yang mematikan terhadap para pengunjuk rasa. Kudeta ini mengakibatkan krisis pengungsi yang meningkat dan runtuhnya ekonomi negara itu.

    Baca juga: ASEAN Usul Seruan Embargo Senjata ke Myanmar Dicabut

    Sumber: REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...