Menteri Transportasi di Uganda Jadi Sasaran Tembak

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekelompok laki-laki bersenjata di Uganda melepaskan tembakan pada sebuah mobil yang sedang membawa Menteri Tenaga Kerja dan Transportasi Uganda, Katumba Wamala. Serangan itu menewaskan putri dan sopir Wamala.

    Televisi lokal mewartakan total ada empat penyerang yang melakukan serangan menggunakan sepeda motor. Mereka melepaskan tembakan saat mobil berada di wilayah pinggir Ibu Kota Kampala, Kiasasi.

    Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan Wamala dalam ekspresi terkejut. Wajahnya terlihat tertekan dengan celana panjangnya yang dipenuhi darah. Foto-foto yang beredar di media sosial juga memperlihatkan beberapa lubang peluru di jendela mobil dan peluru berjatuhan di tanah.

    “Telah terjadi sebuah penembakan. Dia (Wamala) terluka di kedua bahunya dan sudah dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan sopirnya tewas,” kata juru bicara Angkatan Darat Uganda, Flavia Byekwaso.

    Dalam mobil itu, Wamala juga membawa serta putrinya. Sayangnya, putrinya tidak bisa diselamatkan dalam serangan tersebut.

    Dalam beberapa tahun terakhir, ada sejumlah penembakan yang belum terpecahkan dan kematian secara misterius pejabat tinggi Uganda, sebuah negar di wilayah timur Afrika. Kasus-kasus yang tak terpecahkan ini telah memunculkan spekulasi soal pelaku dan apa motivasi mereka.

    Korban-korban yang berjatuhan diantara anggota parlemen, pejabat senior di Kepolisian Uganda, jaksa penuntut, ulama dan lainnya. Hampir sebagian besar serangan dilakukan oleh sekelompok laki-laki membawa senjata api dan berkendara motor.                 

    Baca juga: Menang Pemilu, Presiden Uganda Terpilih Lagi Untuk yang Keenam Kali

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.