Pemimpin Kudeta Mali Hadiri KTT Afrika Barat Sebagai Presiden

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Assimi Goita, 38 tahun, pada Jumat, 28 Mei 2021, diputuskan oleh Pengadilan Konstitusi untuk menjadi Presiden Mali sementara. Sumber; Reuters

    Assimi Goita, 38 tahun, pada Jumat, 28 Mei 2021, diputuskan oleh Pengadilan Konstitusi untuk menjadi Presiden Mali sementara. Sumber; Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Konferensi Tingkat Tinggi yang digelar oleh Komunitas Ekonomi Negara Afrika Barat (ECOWAS) menjadi KTT pertama yang dihadiri oleh PLT Presiden Mali, Assimi Goita. Dikutip dari kantor berita Reuters, Goita diundang untuk menjelaskan rencananya pasca kudeta. Adapun pertemuan di gelar di ibu kota Ghana, Accra, Ahad kemarin waktu setempat, 30 Mei 2021.

    "Goita akan terlibat dalam konferensi tingkat tinggi itu bersama para presiden Afrika Barat lainnya sekaligus menggelar pertemuan bilateral dengan mereka," ujar keterangan pers Pemerintahan Mali.

    Menurut laporan Al Jazeera, kehadiran Goita di KTT Afrika Barat bakal menentukan apa langkah ECOWAS kepada Mali selanjutnya. Sebelumnya, ECOWAS sudah mengancam bakal memberlakukan sanksi lagi kepada Goita atas kudeta yang ia lakukan.

    Sanksi yang disebut ECOWAS tersebut adalah larangan Mali menggelar transaksi ekonomi dengan negara-negara Afrika Barat. Sanksi tersebut diberikan tahun lalu, sempat berjalan sementara sebelum ditarik oleh ECOWAS. Kala itu, pertimbangan ECOWAS adalah pemerintahan baru sudah terbentuk, namun tak menyangka kudeta terjadi lagi dalam hitungan bulan.

    Ancaman ECOWAS - yang sempat menjadi mediator kala kudeta - dipengaruhi kekhawatiran atas stabilitas wilayah utara dan pusat Mali. Mereka khawatir aksi Goita bisa memicu konflik baru cepat atau lamban. Di sisi lain, juga mengganggu pertempuran dengan sel ISIS dan Al Qaeda.

    Selain ECOWAS, Amerika dan Prancis juga mengancam bakal memberikan hukuman kepada Goita. Prancis, misalnya, mengancam bakal menarik pasukannya di Mali yang tengah melakukan Operasi Barkhane.

    Sebagai catatan, Goita menjadi PLT Presiden Mali pada Jumat pekan lalu usai mendapat "restu" dari Pengadilan Konstitusi. Dalam waktu kurang dari setahun, ia dua kali terlibat aksi kudeta. Kudeta pertama terjadi pada Agustus 2020 di mana menggulingkan Presiden Ibrahim Boubacar Keita. Goita menjadi Wakil Presiden usai kudeta itu.

    Sembilan bulan kemudian, pada 24 Mei 2021, Goita secara mengejutkan melakukan kudeta kedua. Ia menggulingkan pemerintahan Presiden Mali Bah Ndaw dan Perdana Menteri Moctar Ouane. Usut punya usut, Goita melakukannya karena merasa militer disingkirkan dalam reshuffle kabinet. Adapun Pengadilan Konstitusi memerintahkannya untuk membantu proses transisi pemerintahan di Mali.

    Baca juga: Assimi Goita Jadi Presiden Mali Sementara

    ISTMAN MP | AL JAZEERA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...