Ribuan Pendukung Palestina di AS Gelar Unjuk Rasa

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Palestina berkumpul setelah kembali ke rumah mereka yang dihancurkan oleh serangan Israel dalam kekerasan lintas batas baru-baru ini antara militan Palestina dan Israel, menyusul gencatan senjata Israel-Hamas, di Gaza 21 Mei 2021. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    Warga Palestina berkumpul setelah kembali ke rumah mereka yang dihancurkan oleh serangan Israel dalam kekerasan lintas batas baru-baru ini antara militan Palestina dan Israel, menyusul gencatan senjata Israel-Hamas, di Gaza 21 Mei 2021. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    TEMPO.CO, - Ribuan pendukung Palestina di Amerika Serikat menggelar unjuk rasa di Lincoln Memorial, Washington, pada Sabtu kemarin. Mereka kembali menyerukan agar Amerika menghentikan bantuan untuk Israel.

    Dalam foto yang beredar, unjuk rasa ini turut diikuti oleh komunitas Yahudi. Mereka hadir mengenakan pakaian hitam-hitam sambil membawa bendera Palestina dan poster-poster yang mengecam Israel.

    "Kami berharap untuk mengirim pesan yang jelas kepada pemerintah Amerika Serikat bahwa hari-hari mendukung negara Israel tanpa dampak telah berakhir," kata salah satu demonstran yang juga seorang pengacara, Sharif Silmi, dikutip dari TRT World, Ahad, 30 Mei 2021.

    Silmi berujar ia dan rekan-rekannya akan terus menentang politikus AS mana pun yang ingin pendanaan senjata ke Israel tetap dilakukan. "Kami akan menentang mereka, kami akan memberikan suara menentang mereka, kami akan mendanai lawan-lawan mereka, sampai kami mengeluarkan mereka dari jabatan," ucap dia.

    Sementara itu, Lama Alahmad, warga negara  Virginia yang berasal dari Palestina, mengatakan opini publik AS kini tampaknya berpihak pada perjuangan Palestina. "Ada perubahan besar yang terjadi di AS sehubungan dengan perjuangan Palestina mencari tanah air yang berdaulat," ujarnya.

    "Kami hanya ingin dunia menyadari bahwa kami adalah manusia. Kami bukan teroris," kata Alahmad, ibu rumah tangga berusia 43 tahun yang tumbuh di Uni Emirat Arab sebelum pindah ke AS sekitar 20 tahun lalu.

    Silmi menegaskan sekarang ada oposisi yang luas di AS terhadap bagaimana Israel memperlakukan Palestina, yang dia persamakan dengan apartheid di Afrika Selatan.

    "Orang-orang sekarang telah bangun, dan kami melawan. Baik muda Yahudi, muda Muslim, muda kulit hitam, muda kulit putih, ada pergeseran generasi. Dan orang-orang bekerja lintas kelompok etnis, kelompok ras, untuk bekerja demi perubahan dan kebebasan dan pembebasan bagi rakyat Palestina," kata Silmi.

    Baca juga: PBB Meminta Bantuan Rp 1,3 Triliun untuk Warga Palestina

    Sumber: TRT WORLD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.