WHO: Kemungkinan Perokok Mati Akibat Covid-19 Lebih Tinggi 50 Persen

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bahaya rokok/ganja. Shutterstock

    Ilustrasi bahaya rokok/ganja. Shutterstock

    TEMPO.CO, - Direktur WHO Tedros Adhanom mengatakan perokok memiliki kemungkinan 50 persen lebih besar untuk sakit parah atau wafat akibat Covid-19. Alasannya kebiasaan buruk mereka telah merusak paru-paru.

    "Perokok memiliki risiko 50 persen lebih tinggi terkena penyakit parah dan kematian akibat Covid-19,” kata Direktur WHO Tedros Adhanom sebagai bagian dari pesan untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 31 Mei dikutip dari  The National News, Jumat, 28 Mei 2021.

    Pada Januari, menurut Tedros, sebuah penelitian di Inggris terhadap 2,4 juta orang menemukan bahwa perokok lebih mungkin melaporkan gejala seperti batuk, demam, dan sesak napas setelah tertular Covid-19.

    "Berhenti adalah hal terbaik yang dapat dilakukan perokok untuk menurunkan risiko mereka dari virus corona ini, serta risiko terkena kanker, penyakit jantung, dan penyakit pernapasan," kata dia.

    Para peneliti mengatakan, upaya mengurangi merokok harus menjadi bagian dari respons kesehatan masyarakat terhadap pandemi.

    Selain mengurangi risiko penyakit, itu akan meringankan beban rumah sakit yang berjuang untuk merawat pasien untuk penyakit lain, menurut para peneliti.

    Untuk di Indonesia, berdasarkan laporan data terakhir menunjukkan prevalensi merokok masih tinggi, yaitu 33,8 persen. Secara absolut berarti sekitar 65,7 juta penduduk di Indonesia merokok.

    Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan perokok aktif memiliki tingkat keparahan sakit hingga 1,9 kali lipat apabila terpapar virus corona.

    "Pada situasi pandemi Covid-19, merokok memiliki dampak signifikan. Salah satu studi meta analisis menunjukkan adanya peningkatan keparahan 1,9 kali pada penelitian Covid-19 yang juga merupakan perokok," kata Dante.

    Baca juga: Masih Merokok, Awas Infeksi Covid-19 Bisa Lebih Parah

    Sumber: THE NATIONAL NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.