Qatar Janjikan Bantuan Rp 7 Triliun untuk Gaza

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Palestina berada dalam  tenda darurat di tengah puing-puing rumah mereka yang dihancurkan oleh serangan udara Israel selama pertempuran Israel-Hamas di Gaza 23 Mei 2021. Perumahan Gaza mengatakan bahwa 1.800 unit rumah sudah tidak layak huni dan 1.000 unit sudah hancur. REUTERS/Mohammed Salem

    Warga Palestina berada dalam tenda darurat di tengah puing-puing rumah mereka yang dihancurkan oleh serangan udara Israel selama pertempuran Israel-Hamas di Gaza 23 Mei 2021. Perumahan Gaza mengatakan bahwa 1.800 unit rumah sudah tidak layak huni dan 1.000 unit sudah hancur. REUTERS/Mohammed Salem

    TEMPO.CO, - Pemerintah Qatar menjanjikan bantuan senilai US$ 500 juta atau Rp 7 triliun (kurs Rp 14 ribu) untuk rekonstruksi di Jalur Gaza yang hancur akibat bombardir Israel.

    "Negara bagian Qatar mengumumkan US$ 500 juta untuk mendukung rekonstruksi Gaza," kata Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dalam sebuah tweet dikutip dari Al Jazeera, Kamis, 27 Mei 2021.

    Al Thani menuturkan Qatar akan terus mendukung kemerdekaan Palestina.

    Qatar sering menjadi penengah antara Israel dan Hamas, kelompok Palestina yang menguasai Gaza sejak 2007. Negara Teluk itu telah menyumbangkan ratusan juta dolar dalam bantuan kemanusiaan dan pembangunan untuk mendukung gencatan senjata di waktu-waktu sebelumnya.

    Dana tersebut bertujuan untuk membantu warga Gaza Palestina menghadapi tantangan hidup yang ditimbulkan oleh serangan Israel. "Dan untuk berkontribusi pada rekonstruksi fasilitas layanan di Gaza  selain rumah-rumah yang dihancurkan," kantor berita resmi QNA melaporkan.

    Pekan lalu Kairo juga menjanjikan US$ 500 juta untuk rekonstruksi di kantong Palestina, yang telah diblokade Israel selama lebih dari 13 tahun.

    Sementara itu, Kelompok Hamas berjanji tidak akan menyentuh sama sekali bantuan internasional untuk membangun kembali Jalur Gaza yang hancur setelah Israel membombardir daerah itu selama 11 hari.

    "Saya menegaskan komitmen kami untuk tidak mengambil satu sen pun yang dimaksudkan untuk rekonstruksi dan upaya kemanusiaan," kata Yahya Sinwar, kepala sayap politik Hamas, dikutip dari Aljazeera, Kamis, 27 Mei 2021.

    Yahya Sinwar menjanjikan distribusi bantuan yang transparan dan tidak memihak. Ia membantah pula tuduhan Hamas kerap mengambil bantuan internasional yang ditujukan untuk Jalur Gaza. "Kami tidak pernah mengambil satu sen pun di masa lalu," tuturnya.

    Pernyataan Sinwar datang sehari setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken menjanjikan bantuan negaranya dalam membangun kembali Gaza Selasa kemarin. Namun Blinken menekankan bahwa bantuan itu tidak boleh menguntungkan Hamas.

    Baca juga: Ini Cara Hamas Mendapatkan Senjata untuk Hadapi Israel

    Sumber: ALJAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.