Malaysia Selidiki Pemberian Vaksin AstraZeneca yang Dosisnya Dikurangi

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tenaga kesehatan mengambil sampel usap (swab) dari seorang wanita untuk tes COVID-19 di Rawang, Selangor, Malaysia, Kamis, 20 Mei 2021. Total kasus Covid-19 di negeri Jiran mencapai 492.302, menurut Kementerian Kesehatan Malaysia pada Kamis (20/5). (Xinhua/Chong Voon Chung)

    Seorang tenaga kesehatan mengambil sampel usap (swab) dari seorang wanita untuk tes COVID-19 di Rawang, Selangor, Malaysia, Kamis, 20 Mei 2021. Total kasus Covid-19 di negeri Jiran mencapai 492.302, menurut Kementerian Kesehatan Malaysia pada Kamis (20/5). (Xinhua/Chong Voon Chung)

    TEMPO.CO, - Pemerintah Malaysia menyelidiki dugaan pemberian vaksin AstraZeneca pada beberapa orang dengan dosis yang dikurangi.

    Hal ini berawal dari dua orang penerima vaksin AstraZeneca yang diberi dosis yang kurang dari seharusnya. Mereka memposting video di media sosial tentang penyuntikan vaksin yang diberikan untuk mendukung klaim mereka itu.

    Kementerian Kesehatan Malaysia tidak membenarkan atau membantah apakah dua orang itu mendapat dosis yang kurang. Mereka mengatakan pihaknya memperhatikan dengan serius tuduhan tersebut dan mengumumkan aturan baru untuk personel medis yang memberi suntikan.

    "Injektor harus menunjukkan jarum suntik yang diisi dengan jumlah vaksin yang tepat kepada penerima sebelum suntikan dan yang dikosongkan setelahnya," kata kementerian itu dikutip dari AsiaOne, Rabu, 26 Mei 2021.

    Sekitar dua juta orang di Malaysia telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19 sejauh ini. Pemerintah bertujuan untuk mencapai kekebalan kawanan di antara 32 juta penduduk negara itu pada akhir tahun.

    Namun kritikus mengatakan program inokulasi berjalan lambat.

    Tuduhan kekurangan dosis vaksin ini muncul ketika Malaysia melawan lonjakan infeksi Covid-19 dengan memperketat pembatasan sosial. Rekor pun tercatat dengan selama tujuh hari berturut-turut kasus positif bertambah lrbih yang dari 6 ribu.

    Baca juga: Enam Hari Berturut, Kasus Harian Covid-19 di Malaysia Capai 6 Ribu

    Sumber: ASIAONE

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.