Kisah Perawat Muslim Selamatkan Yahudi Israel Korban Pengeroyokan

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Palestina memegang bendera saat mereka berdiri di kompleks yang menampung Masjid Al Aqsa, yang dikenal umat Islam sebagai Al Quds dan bagi orang Yahudi sebagai Temple Mount, di Kota Tua Yerusalem pada 21 Mei 2021. [REUTERS / Ammar Awad]

    Warga Palestina memegang bendera saat mereka berdiri di kompleks yang menampung Masjid Al Aqsa, yang dikenal umat Islam sebagai Al Quds dan bagi orang Yahudi sebagai Temple Mount, di Kota Tua Yerusalem pada 21 Mei 2021. [REUTERS / Ammar Awad]

    TEMPO.CO, - Kisah kemanusiaan mengharukan terjadi di tengah konflik horizontal antara orang Arab dan Yahudi yang bersamaan dengan kekerasan di Jalur Gaza beberapa waktu lalu. Seorang perawat muslim menyelamatkan nyawa warga Yahudi yang menjadi korban pengeroyokan di Israel.

    Fadi Kasem, seorang perawat muslim di Galilee Medical Center di Nahariya, Israel, sedang pergi ke lokasi kerusuhan di Acre, dua pekan lalu. Saat itu ia melihat Mor Janashvili sedang terbaring di jalan sambil dipukuli sejumlah orang.

    "Saya takut dia akan mati. Ada banyak darah dan cedera kepala," kata Kasem, 28 tahun, seperti dikutip dari Times of Israel, Rabu, 26 Mei 2021.

    Kasem memberikan pertolongan pertama kepada korban Janashvili, 29 tahun, dan membawanya ke rumah sakit tempatnya bekerja. Saya sangat berterima kasih padanya. Saya kehilangan kesadaran ketika dia mendekati saya, tetapi ingat saat dia merawat saya,", tutur Janashvili.

    Tepat sebelum Janashvili keluar dari rumah sakit, Kasem mengunjunginya di ruang perawatan. "Sangat emosional dan sangat menyenangkan melihatnya hidup dan. Saya menangis selama pertemuan itu," ucap Kasem.

    "Kamu menyelamatkan hidupku. Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan tanpamu," balas Janashvili.

    Janashvili bercerita semua peristiwa ini dimulai ketika massa melihat bendera Israel di mobilnya. "Mereka menargetkan mobil saya. Saya keluar dan mereka menyerang saya dengan batu, tongkat dan pisau. Itu sangat menakutkan," katanya.

    Seperti diketahui kekerasan yang terjadi di Jalur Gaza dan peperangan antara Israel dan Hamas memicu konflik horizontal antara orang-orang Arab dan Yahudi di wilayah pendudukan Israel.

    Baca juga: Diduga Dukung Palestina, Jurnalis Yahudi Ini Dipecat dari AP

    Sumber: TIMES OF ISRAEL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.