Lithuania Selidiki Kasus Ryanair - Belarus Sebagai Pembajakan dan Penculikan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantas, penumpang Lituania dari penerbangan Ryanair FR4978, berbicara kepada media setelah tiba di Bandara Vilnius, Lituania, 23 Mei 2021. [REUTERS / Andrius Sytas]

    Mantas, penumpang Lituania dari penerbangan Ryanair FR4978, berbicara kepada media setelah tiba di Bandara Vilnius, Lituania, 23 Mei 2021. [REUTERS / Andrius Sytas]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Lithuania ikut mengecam pembajakan pesawat Ryanair oleh Pemerintah Belarus. Bahkan, Pemerintah Lithuania telah membuka investigasi atas insiden tersebut, menyebutnya sebagai kasus pembajakan dan penculikan oleh angkatan bersenjata Belarus.

    Salah satu detil yang akan diselidiki, kata Kepolisian Lithuania, adalah dugaan agen rahasia Belarus berada di dalam pesawat. Hal itu mengacu pada temuan enam penumpang Ryanair menghilang ketika pesawat transit di Minsk untuk menangkap oposisi pemerintah.

    "Kami telah membuka investigasi pidana atas dugaan pembajakan dan penculikan oleh Belarus. Kami tahu bahwa enam orang tidak ikut mendarat di Vilnius (Lithuania). Detil itu masuk dalam investigasi kami," ujar Komisaris Jenderal Renatas Pozela dari Kepolisian Lithuania, dikutip dari New York Times, Senin, 26 Mei

    Pozela melanjutkan, sejauh ini pihaknya fokus meminta keterangan dari pilot pesawat Ryanair dulu. Ia berkata, keterangan pilot adalah prioritas utama karena ia lah yang paling mengetahui kronologis pembajakan oleh Belarus.

    Setelah pilot selesai diperiksa, kata Pozela, Kepolisian Lithuania akan lanjut memeriksa para penumpang. Targetnya, semua penumpang bisa dimintai keterangan pada pekan ini.

    Pesawat Ryanair. REUTERS/Phil Noble

    "Kami ingin mendengar cerita mereka, bagaimana mereka merespon situasi? Apa yang mereka lakukan? Apakah ada pesawat lain?" ujar Pozela yang menambahkan bahwa detil-detil investigasi belum bisa dibuka ke publik.

    Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Belarus mengerahkan jet tempur untuk memaksa turun pesawat Ryanair yang membawa jurnalis oposisi, Roman Protasevich, dan kekasihnya, Sofia Sapega. Menurut laporan Reuters, pilot Ryanair menuruti paksaan tersebut dan kemudian mendaratkan pesawat tujuan penerbangan Athena - Lithuania itu di Minsk, Belarus, pada Ahad kemarin.

    Protasevich bersama Sapega langsung ditahan begitu pesawat mendarat. Protasevich sendiri sudah gemetaran dan panik ketika mendapati jet tempur MIG-29 tiba-tiba muncul di dekat pesawat yang ia tumpangi. Di momen itu, Protasevich menyadari dirinya akan ditahan, paling buruk dihukum mati.

    Per berita ini ditulis, Uni Eropa berencana membawa isu Belarus ini ke EU Summit. Kepala Urusan Luar Negeri Jopep Borrell mensinyalkan sanksi keempat untuk Pemerintah Belarus sebagai konsekuensi atas pembajakan Ryanair. Beberapa analis menyakini sanksi akan berupa larangan penerbangan ke Belarus untuk maskapai-maskapai asal Eropa dan larangan penerbangan ke Eropa untuk maskapai Belarus.

    Baca juga: Pertemuan Uni Eropa Berpotensi Bahas Kasus Pembajakan Ryanair oleh Belarus

    ISTMAN MP | NEW YORK TIMES | BELARUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.