Kalah Taruhan dari YouTuber, Emmanuel Macron Gelar Konser Musik Metal di Istana

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan konferensi pers di akhir KTT para pemimpin Uni Eropa, di Brussel, Belgia, 11 Desember 2020. [Olivier Hoslet / Pool via REUTERS]

    Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan konferensi pers di akhir KTT para pemimpin Uni Eropa, di Brussel, Belgia, 11 Desember 2020. [Olivier Hoslet / Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Jutaan orang pada Ahad menonton Presiden Prancis Emmanuel Macron saat menyaksikan pertunjukan heavy metal pribadi di taman Istana Elysee.

    Pertunjukan heavy metal di Istana Kepresidenan Elysee ini adalah bagian dari taruhan Macron dengan dua YouTuber komedian.

    Macron berjanji pada bulan Februari untuk menyambut McFly dan Carlito, dua YouTuber Prancis yang diikuti oleh 6,5 juta orang, di Elysee jika mereka berhasil mengumpulkan lebih dari 10 juta penayangan untuk video yang mempromosikan tindakan jarak sosial selama pandemi Covid-19, dikutip dari Reuters, 24 Mei 2021.

    McFly dan Carlito memenangkan taruhan dan diizinkan untuk merekam video berdurasi 36 menit, yang dalam beberapa jam setelah dirilis pada hari Minggu pagi telah ditonton hampir 2,7 juta kali.

    Presiden Prancis dan YouTuber bertukar cerita selama pertunjukan, yang diakhiri dengan berjalan-jalan di taman Elysee, di mana band Prancis Ultra Vomit menampilkan versi hard rock dari lagu pengantar tidur Prancis A Green Mouse (Une souris verte).

    Popularitas Emmanuel Macron dalam kategori kelompok usia 18-24 telah meningkat delapan poin selama sebulan, menjadi 51%, versus peringkat kepuasan 40%, yang naik tiga poin, menurut jajak pendapat terbaru yang diterbitkan oleh Journal du Dimanche.

    Baca juga: Kesalahan Teknis Rekaman Pidato Emmanuel Macron Membuat Vladimir Putin Canggung

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.