Kode Operasi Ikan Asin Untuk Membunuh Pemimpin Palestina Yasser Arafat

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nelson Mandela bersama Yasser Arafat dalam sebuah pertemuan di Cape Town, Afrika Selatan, 11 Agustus 1998. AP/Sasa Kralj

    Nelson Mandela bersama Yasser Arafat dalam sebuah pertemuan di Cape Town, Afrika Selatan, 11 Agustus 1998. AP/Sasa Kralj

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu sosok pemimpin terpenting Palestina yaitu Muhammad Yassir Abdul Rahman Abdul Rauf Arafat al-Qudwa atau yang akrab disapa Yasser Arafat. Ia Pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO.

    Yasser yang memulai jabatannya sebagai pemimpin Palestina pada 1994 menggantikan Mahmoud Abbas Ahmed Qurei. Ia lahir di Kairo, Mesir pada 24 Agustus 1929. Sejak usia 4 tahun Yasser sudah dirawat oleh paman dan bibinya di Yerussalem ketika ibunya meninggal. Namun, ketika usia 8 tahun Yasser kembali ke pangkuan ayahnya di Kairo.

    Ketika masih remaja, Yasser juga terlibat dalam penyelundupan senjata ke Palestina untuk melawan Israel dan Inggris. Hal tersebut dilakukan karena mereka mengambil alih peran administratif Palestina. Tindakan ini berlanjut ketika Yasser kuliah di Universitas Kairo dan bergabung dengan pasukan bawah tanah melawan orang Yahudi dalam perang Arab-Israel pada 1948. Perang ini pula yang menjadi cikal bakal berdirinya negara Israel.

    Sebelum bergabung bersama PLO, Yasser bersama rekan-rekannya mendirikan organisasi jaringan bawah tanah yang mendorong perlawanan bersenjata melawan Israel, organisasi tersebut mereka namakan Al-Fatah yang berdiri pada 1958.

    Sejak Yasser meninggalkan Kuwait dan menjadi revolusioner, pada 1964 berdiri Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO yang menyatukan seluruh kelompok yang memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Yasser yang sudah masuk kedalam PLO dan menjabat sebagai Ketua Komite Eksekutif PLO akhirnya mampu menggabungkan faksi-faksi yang ada salah satunya Al-Fatah—faksi yang didirikannya sebelum PLO.

    Sejak bertarung dalam memperjuangkan negara Palestina dan bergabung dengan PLO, sudah banyak upaya pembunuhan yang dilakukan oleh tentara Israel kepada Yasser. Salah satu upaya pembunuhannya terjadi pada Oktober 1982. Angkatan Udara Israel nyaris menembaki pesawat yang ditumpangi Yasser bersama 30 anak-anak Palestina yang sedang terluka.

    Namun penembakan ini gagal terjadi, sebab tentara Israel salah sasaran. Karena yang berada di dalam pesawat yang akan berkunjung ke Mesir itu hanya berisi 30 anak-anak yang terluka dan adik laki-laki Yasser Arafat yang memiliki wajah yang sangat mirip.

    Jurnalis The New York Times, Ronald Bergman mengatakan bahwa tentara Israel sempat membuat pasukan khusus untuk membunuh Yasser Arafat. Satuan Khusus itu memiliki sandi Operasi Ikan Asin dan Operasi Ikan Emas.

    Yasser Arafat meninggal pada 11 November 2004 pada usia 75 tahun di rumah sakit militer Percy di Clamar, pinggiran Paris, Prancis. Dokter yang merawatnya mengungkpakan kematian Yasser akibat pendarahan hebat di kepalanya. Berpulanglah pemimpin palestina yang dihirmati kawan dan disegani lawan itu.

    Tim investigasi Palestina yang menyelidiki misteri kematian pemimpinnya, Yasser Arafat, mengklaim mantan pemimpin Palestina itu dibunuh Israel. Hasil investigasi tersebut menyebutkan Arafat dibunuh di rumah sakit militer di Paris, Prancis.

    "Komite penyelidikan telah mengidentifikasi pembunuh mantan Presiden Yasser Arafat, dan Israel bertanggung jawab soal itu," kata Ketua Investigasi Tawfiq Tirawi, seperti dilansir laman Al-Araby pada Rabu, 11 November 2015.

    GERIN RIO PRANATA

    Baca: Terkuak, Israel Dalang Di Balik Kematian Yasser Arafat

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.